Sex Jepitan Memek Sempit Perawan Muda


CERITA DEWASA  -Sudah 5 tahun aku menjalani bisnis membentuk grup musik orkestra dangdut, namaku Irwan. Dan selama itu pula aku terbiasa melakukan hubungan badan layaknya dalam cerita sex dengan artis binaanku, walau sudah sering aku mencoba untuk menghindarinya tapi cobaan itu lebih besar menggoda syahwatku. Mungkin karena itu pula hingga kini aku belum juga menikah, padahal usiaku sudah masuk kepala 3 yakni 38 tahun.Agen Domino 99 Terpercaya

Sebagai ketua dalam grup musik ini, tanpa aku dekati mereka. Mereka sendiri yang suka mencoba mendekati aku bahkan tidak jarang mereka langsung merayu aku, saat itulah cerita sex ini bermula. Tapi saat ini ada seorang biduan baru yang sulit untuk aku dekati, padahal aku sudah memberikan perhatian lebih padanya. Karena menurutku dia beda dengan biduan lainnya, bukan hanya karena sikapnya, yang acuh.

Tapi juga karena wajahnya yang begitu cantik tanpa dandanan yang berlebihan. Dia biasa di panggil Dara, dan dari yang aku lihat banyak cowok dalam grup orkes ini yang mencoba untuk mendekatinya, sehingga banyak pula artis lainnya yang iri dan bersaing dengan Dara. Tapi dengan wajah polosnya dia tetap mencoba untuk berteman dengan yang lain, termasuk dengan artis yang tidak suka padanya.

Pernah juga dia sampai bertengkar dengan Elma, salah satu artis biduanku juga. Saat itu Elma menuduh Dara merebut Alul pacarnya, yang memegang alat musik gitar dalam grup tersebut. Kala itu Dara hanya menangis, dan pergi dari tempat latihan hari itu. Akupun tidak dapat mencegahnya, tapi keesokan harinya di waktu latihan dan yang lain belum datang.

Aku yang sedari tadi berada di tempat latihan, melihat Dara datang dan belum lama setelah itu menyusul Alul. Dari belakangnya, Alul mencoba menjelaskan pada Dara kalau dia dan Elma sudah tidak ada hubungan apa-apa. Tapi Dara dengan tegas menolak ajakan Alul untuk menerima cintanya, hingga akhirnya mereka saling cekcok. Karena melihat Dara sudah terpojok.

Saat itu juga aku keluar dari dalam, tanpa berkata apapun mereka langsung terdiam. Dan datang pula yang lain termasuk Elma, dan tempat latihanpun rame. Aku melihat Dara agak risih waktu itu, apalagi tatapan Elma yang penuh kebencian serta pandangan Alul yang penuh harap. Dan aku tahu kalau Dara sangat tertekan waktu itu, akupun berinisiatif untuk membantunya.

Di saat latihan kelar, semua pada pulang dan aku melihat Elma mengikuti semua gerak Dara. Saat itu juga aku dekati Dara dengan berpura-pura mengobrol basa basi akhirnya aku ajak Dara pulang bareng. Diapun menerima ajakanku dengan begitu senangnya, kamipun pulang bareng. Selama di dalam mobil Dara diam saja. Akhirnya aku berhenti di pinggir jalan.

Tanpa membukakan pintu padanya, aku bilang ” Kalau kamu mau keluar silahkan…sudah nggak ada yang lihat kok ” Dia memandang ke arahku dan berkata ” Maksud Mas Irwan..? ” Katanya dengan wajah bingung ” Aku tahu kalau kamu nggak nyaman dengan keadaan di sana, karena itu aku mengajak kamu pulang bareng..” Mendengar penjelasan dariku, tiba-tiba Dara langsung memelukku.

Cewek cantik yang masih berusia 20 tahun ini memeluk tubuhku sambil menangis. Akhirnya akupun mengajukan diri untuk menjadi pacarnya, dengan alasan biar nggak ada yang berani mengganggunya. Dara pun setuju dan sejak hari itu kami mengumumkan kalau kami berhubungan, banyak artis yang merasa iri pada Dara. Tapi mereka tidak bisa mengganggu Dara lagi.

Tapi aku masih mencari kesempatan dalam kesempitan, walau kami berdua sepakat kalau hal itu bohongan. Setiap kali bertemu baik kala latihan maupun di kala manggung, aku selalu mencoba mencari perhatian Dara. Di depan banyak orang dia bersikap romantis padaku, tapi jika kami berduaan maka sikapnya akan berubah. Kembali bersikap formal denganku.

Sebenarnya aku kecewa dengan sikapnya itu. Tapi aku tidak menampakkannya, hingga suatu ketika Dara manggung di luar kota bersama grup musik ini. Saat itu dia terlihat bersama cowok di belakang panggung, akupun menghampirinya karena banyak yang bilang hal itu padaku. Tapi begitu aku melihatnya, aku tidak berani mendekat karena saat itu Dara di pegang dengan mesra tangannya oleh cowok ganteng itu.

Sakit juga hati ini melihatnya, akupun memutuskan untuk tidak mendekat padanya. Ketika ada yang bertanya aku bilang kalau Dara lagi bertemu dengan teman lamanya. Tapi aku tidak kuat menahan rasa cemburu malam itu, akupun pulang ke motel tempat kami menginap. Sedangkan yang lain belum pulang, di sana aku mencoba untuk memejamkan mata namun tidak bisa juga.

Kalau saja saat itu juga tidak ada yang mengetuk pintu, mungkin aku sudah menitikkan air mata malam itu. Karena benar-benar sakit hatiku, tapi begitu melihat orang yang mengetuk pintu saat itu aku sumringah. Apalagi mendengar kata-kata yang keluar dari dalam mulutnya “Mas Irwan..kenapa balik ke sini lebih cepat..?” Tanya Dara padaku, akupun menjawabnya dengan pura-pura tersenyum.

Dengan memegang daun pintu aku mencoba menjawab cepat, dan ingin segera menutup pintu ” Oh..iya…Mas lelah saja..jadi mau cepet-cepet istirahat..” Begitu aku bilang gitu, aku hendak menutup pintu tapi saat itu juga Dara memeluk tubuhku. Sambil terus mendorong tubuhku dan dia menutup pintu dengan kakinya, karena tangannya di gunakan untuk memelukku.

Sedangkan bibirnya menciumku dengan begitu buasnya. Mendapat lumatan bibirnya yang memang dari dulu pingin aku entot, akhirnya akupun membalasnya. Pikirku malam ini pasti akan melakukan cerita sex dengannya. Kala bibir Dara melumat, aku membuka bajunya dengan cepat. Begitu pakaiannya terlepas akupun membuka bajuku sehingga dia tidak ada waktu untuk menolaknya.

Dara melihat ke bawah ketika perutnya merasa ada yang mengganjal. Ketika terlihat kontolku yang menegang, Dara agak malu. Dia tidak berani menatapku dan langsung memelukku “Mas..gimana..kalau Dara..nggak..perawan lagi..” Katanya dengan lugu, aku menatapnya penuh nafsu dan berkata ” Mas..akan tanggung jawab Dara..” Akhirnya dia melumat bibirku kembali.

Dengan mesra akupun membaringkan tubuh bugilnya di kasur empuk itu. Perlahan aku telusuri tubuhnya dengan bibirku, Dara merem melek menikmati sentuhan bibirku. Ketika sampai pada memek yanag masih asri itu, tanpa ragu aku benamkan wajahku hingga menekan terlalu dalam. Saat itu juga Dara mendesah sambil terus menggelinjang sampai-sampai mengeluarkan desahan yang begitu panjang.

Dia memegang rambutku sambil menjambak mesra “Aaaauooowwww….aaauuooowwww…ooogghh…oooggghhhhMas…Ir..wan…nik…mat…Mas…ooouuuggghhhh..” Dia bangun dari rebahannya dan melihat aksiku memainkan memeknya, kembali Dara mendesah “ooouuuwww…wwoooow..ya…ya…ya…te…rus..itu…Mas….ooouuugghh…ya…ya…” Begitulah desahan Dara.

Sepertinya ini memang pertama kali dia melakukan cerita sex. Karena desahannya yanag begitu serasa puas dan bergetar menikmati permainan lidahku di dalam memeknya. Akhirnya akupun berhenti melakukan oral seks padanya. Dan segera menindih tubuhnya, dia masih malu karena tidak mau melihatku. Walau aku sudah pegang dagunya untuk aku kecup dan aku lumat.

Begitu aku lumat, kontolku mencoba mencari lubang memek yang pas buat kontolku. Tapi lama juga memasukkan kontol ini pada memek Dara yang masih begitu sempit. Setelah beberapa kali akhirnya aku dapat menggoyangnya, tapi pertama menghentakkannya Dara menjerit ” Oouuww…ooouuwww..Mas…sakit..” Aku menciumnya dan berkata sambil membelai wajahnya ” Kita coba pelan-pelan ya sayang..” Kataku.

Akhirnya aku goyang perlahan pantatku. Bagai mengajari anak kecil aku harus sabar melakukannya. Tapi setelah agak lama aku bergoyang akhirnya Dara menikmatinya, karena diapun mendesah dan menggelinjang juga “Oouugghh..oouugghh..oouugghh…nik..mat..Mas..keras..nggak…pa…pa….Mas…Oouuuggghhhh..ooouugghhh…ya…ya…yyeeaaa..” Desahan kenikmatan Dara.

Mendengar hal itu akupun menggerakkan kontolku dengan cepat di atas tubuhnya. Dan setelah lama aku berpacu akhirnya akupun segera akan mencapai puncak kenikmatan dan “Uugghhh…uugghh..uugghh..uugghh..” Aku tekan kontolku dalam memek Dara. Sehingga masuk ke dalam memek Dara semua lendir kenikmatan dari kontolku, akupun terkulai di atas tubuh Dara.

Tapi meskipun tubuhku jauh lebih besar dari tubuhnya, dia masih mendekap mesra tubuhku. Tiba-tiba dia mengingat hal tadi “Kenapa Mas Irwan tadi pergi meninggalakn Dara di sana..?” Akupun turun dari atas tubuhnya, dan aku peluk tubuh Dara yang kini memeluk tubuhku dari atas ” Sebenarnya tadi Mas..cemburu lihat kamu bareng cowok itu..” Dara tersenyum.

Dara semakin erat memelukku dan berkata ” Dara senang banget Mas bilang gitu…sudah nggak usah cemburu tadi itu kakak Dara satu-satunya..dia memang tinggal di sini sejak orang tua kami pisah. Dara ikut Mama dan dia ikut Papa tinggal di kota ini..” Lega rasanya mendengar penjelasan Dara, dengan mesra aku peluk tubuh mulusnya. Sejak malam itu kami sering melakukan cerita sex. Bahkan hingga kini kami telah menikah.

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Services

Visitor

Flag Counter

Popular Posts

Search This Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Recent Posts