Janda Bohay Tanpa Anak

BandarQ Domino 99 Domino QQ Poker Online Terbaik Dan Terpercaya

CERITA DEWASA - Namaku Dina. Aku lahir dan dibesarkan di kota Bandung. Usiaku 33 tahun, aku bekerja di sebuah bank swasta di Jalan Asia Afrika, Bandung. Saat ini aku hidup sendiri. Aku pernah menikah, kurang lebih selama empat tahun. Pernikahanku tidak dikaruniai anak. Aku bercerai, karena suamiku berselingkuh dengan rekan bisnisnya.Agen Domino 99 Terpercaya
Share:

Perselingkuhan Yang Indah

BandarQ Domino 99 Domino QQ Poker Online Terbaik Dan Terpercaya

CERITA DEWASA - Saya adalah seorang wanita berusia 26 tahun, nama saya Risa. Saya tinggal di Solo dan sudah setahun menikah. Tetapi entah kenapa kami belum mempunyai anak walaupun hubungan sex kami lakukan dengan rutin dan lancar. Kehidupan seks kami biasa-biasa saja bahkan cenderung membosankan, karena menurut saya kurang bervariasi. Tapi saya tidak pernah berselingkuh dengan orang lain selama ini, karena suami saya sangat menyayangi saya bahkan cenderung memanjakan saya. Tapi kesetiaan saya ini hanya bertahan sampai awal tahun 2008 lalu. Hal ini dimulai dari perkenalan saya dengan dunia internet saat itu, hingga kemudian saya membuat sebuah akun sosial media dengan dibantu oleh seorang teman.Agen Domino 99 Terpercaya
Share:

Om Bima Doyan Sex


CERITA DEWASA - Perkenalkan namaku Ina, umurku saat ini 24 tahun. Karena kebutuhan ekonomi yang semakin lama semakin banyak dan kehidupanku yang glamor yang membuatku bekerja sebagai wanita panggilan. Namun aku hanya memilih melayani para bos-bos saja, baik muda ataupun tua gak masalah karena aku hanya menginginkan uangnya saja.Agen Domino 99 Terpercaya

Aku sudah menjalani profesiku ini sekitar 4 tahun dan selama itu juga aku belum merasakan yang bisa memuaskan hasratku, mungkin karena yang aku layani adalah om-om yang kebanyakan usianya sudah tua, makanya bener seperti pepatah, nafsu kuda tenaga ayam, hehe… Suatu siang aku mendapatkan telpon dari seorang laki-laki yang memesanku siang itu juga saat jam istiahat kantor. Aku dikasih alamat sebuah hotel berbintang 5 oleh sang penelpon.

Aku langsung berdandan dan tak lama aku lansgung meluncur ke hotel berbintang 5 tersebut. Sampai disana aku sudah dtinggu oleh seseorang dilobby.
“Halo, Selamat Siang, ini Ina?” Tanya suara dengan nada berat.
“Siang, betul saya sendiri, ini siapa?” tanyaku balik, padahal hanya GM dan tamuku saja
yang tahu keberadaanku.
“Bapak sebentar lagi nyampe, mungkin 15 menit lagi, kamu santai aja dulu menunggu beliau”
“Siap Boss ” jawabku santai, kubatalkan acara ke kamar mandi.

Sambil menunggu kedatangannya, kurapikan make up yang agak berantakan selama perjalanan di pesawat. Ternyata tak sampai 15 menit bel kamar berbunyi, segera kusambut kedatangan beliau yang katanya pejabat tinggi itu. Didampingi seorang ajudan dan orang yang menjemputku tadi, masuklah bapak pejabat itu, segera kukenali bahwa dia adalah seorang pejabat yang masih aktif pada sebuah departemen yang cukup disegani, namanya sebut saja Om Bima.

“Bapak tidak punya waktu, temani dia dengan baik, oke” pesan yang sama kuterima lagi,
“Beres Boss” jawabku singkat, karena dia bukanlah pejabat tinggi yang pertama kali kulayani, jadi tak ada rasa canggung atau minder berhadapan dengan beliau. “Pak kita di lobby, kalau ada apa apa just call me” katanya pada Om Bima lalu mereka meninggalkanku berdua.

Aku maklum, sebagai seorang pejabat tentu acaranya sangat padat tapi masih sempat juga dia meluangkan waktu untuk kesenangan dunia yang satu ini. Kami mengobrol ringan, biasa sekedar menghilangkan kekakuan pada orang yang pertama kali bertemu. Seperempat jam berlalu, Om Bima sudah menggeser duduknya di sebelahku, kusandarkan kepalaku di pundaknya, beliau membalas dengan rangkulan dan elusan di rambut. “Kulepas dulu ya Om, biar nggak terlalu ribet dan lebih santai” kataku sembari melepas blazer hitam yang menutupi tubuhku.

Sesuai pesan dari GM yang membooking, aku diminta mengenakan pakaian resmi seperti orang kantoran, biar nggak terlalu mencolok, katanya. Kuturuti permintaannya, kukenakan setelan Blus merah tanpa lengan dipadu dengan rok hitam yang sedikit di atas lutut, Blazer hitam menutupi bagian atasku ditambah stocking sewarna kulit menghiasi kakiku.

Om Bima menarikku dalam pangkuannya, diciuminya pipi dan leher jenjangku, tangannya sudah menggerayang di daerah dada, meraba dengan remasan ringan. Kami berciuman, tangan beliau sudah menyelinap di balik blus merahku, remasannya semakin keras. Aku merosot dari pangkuannya, berlutut diantara kakinya, sengaja kugoda dengan membuka resliting celananya dan kukeluarkan kejantanan yang sudah tegang mengeras. Tidak ada yang special, sama dengan umumnya tapi not so bad untuk seusia beliau, kuremas dan kupermainkan jari jemariku pada penisnya, beliau mulai mendesis, matanya melototi tanganku yang putih terampil bermain di penis coklatnya.

“Masukin” perintah beliau pelan tapi tegas seperti memerintah anak buahnya, agak ragu aku melakukannya, apalagi dengan penis yang coklat kehitaman, terkesan kurang bersih. Melihat keraguanku, Om Bima memegang kepalaku, ditekannya ke arah penis hingga wajahku menempel di selangkangannya. Sambil mengumpat dalam hati aku hanya tersenyum manja mendapat perlakuannya, bukan sekali ini kualami perlakuan kasar dan sok kuasa dari tamuku, mentang mentang aku dibayar, semua kupendam dalam dalam, anggap saja sebagai resiko pekerjaan.

“Lepas dulu bajunya om, ntar kusut” kucoba mengalihkan perhatian dengan mencopot baju safarinya.
Sesaat aku terbebas dari tekanannya, kulepas baju dan celananya sekaligus, akupun ikutan melepas blus dan rok-ku, menyisakan bikini merah tua dan stocking.

Kucoba menarik perhatiannya dengan menonjolkan keseksian tubuhku, dengan gerakan erotis satu persatu kulepas sisa sisa penutup tubuhku, tali bra merosot ke lengan, perlahan kuturunkan dan kulepas hingga terpampanglah kedua bukit indahku, celoteh kekaguman keluar dari mulut beliau. Aku sengaja ingin membuatnya terpesona akan kemolekanku, supaya terhindar dari paksaan permainannya, bagiku lebih baik dia yang aktif menikmati tubuhku dari pada aku harus terjebak alur permainan yang tidak aku sukai, apalagi dengan beliau yang usianya lebih tua dari Papaku.

Bra yang sudah terlepas kulempar ke muka beliau, dia tersenyum saja, saat kusodorkan kedua buah dadaku di hadapannya, tangannya langsung meraih dan meremas remas gemas sambil mempermainkan putingku. Langsung kuraih kepalanya yang agak botak dan kubenamkan di dada, beliau menuruti kemauanku, lidahnya menjilati putingku secara bergantian lalu mengulum dengan penuh nafsu.

Tangannya yang mulai menjelajah di selangkanganku kutepis halus, belum waktunya, bisikku. Aku kembali menjauh melanjutkan gerakan menggoda, pelan pelan kulorotkan celana dalam mini yang masih menempel, tapi sebelum benar benar terlepas Om Bima menerkamku, hamper terjatuh aku dibuatnya, untung dengan sigap beliau menangkap tubuhku, dan kamipun terjatuh di ranjang sambil tertawa lepas. Kami berangkulan bergulingan di ranjang, beliau melumat
bibirku dengan ganas.

Aku menggelinjang geli ketika ciumannya menyusuri leher dan dadaku, kuluman kasar penuh nafsu bermain main di puncak bukitku, terasa agak nyeri dengan kekasarannya. Kubiarkan dia menjamah seluruh tubuhku dengan bibir, lidah dan tangannya, bahkan ketika dua hingga jari tangannya mengocok vaginaku, akupun hanya mendesah pasrah menerimanya.

Beberapa kali turun naik dari kepala hingga kaki dia menjelajah seluruh tubuhku, termasuk punggung dan pantat, sepertinya tak ada sejengkalpun tubuhku yang terlepas dari jamahannya, tak kusadari kalau stockingku sudah tidak berada ditempatnya. Puas menikmati tubuhku, kutuntun penisnya ke selangkangan, tanpa usapan pemanasan beliau langsung melesakkan kejantanannya ke liang senggamaku. Aku tersentak kaget dengan kekasarannya, tapi tak berlangsung lama saat Om Bima mulai kocokannya dengan tempo tinggi.

Kejengkelanku perlahan lahan berubah menjadi kenikmatan beberapa menit kemudian, ternyata alunan permainannya berhasil membuaiku mengarungi lautan nikmat bersama sama, desahankupun mulai terdengar penuh gairah.

Kuangkat kedua kakiku yang masih bersepatu ke pundaknya, beliau tersenyum sambil mempercepat sodokannya, aku menggeliat nikmat seraya meremas remas buah dadaku sendiri. Belum sempat aku menggapai puncak kenikmatanku, ketika Om Bima tanpa tanda tanda langsung menyemprotkan spermanya ke vaginaku, kurasakan cairan hangat membasahi dan memenuhi liang senggamaku, ada sedikit kecewa tapi bukanlah hakku untuk menuntut lebih. Kuraih penisnya saat ditarik dari vaginaku, dengan mengabaikan rasa jijik kukocok dengan tanganku, beliau menjerit geli, lalu kuusapkan ke buah dadaku.

“Kamu memang nakal dan pandai menggoda orang” komentarnya, aku hanya senyum senyum saja seraya beranjak ke kamar mandi membersihkan diri.

Ketika aku keluar, Om Bima sudah berpakaian rapi bersiap untuk pergi. “Lho kok buru buru sih om, kan masih belum jam satu” aku merajuk bergelayut di lengannya menggandeng duduk kembali di sofa. Masih telanjang kutemani beliau menghabiskan waktu hingga jam satu, masih 20 menit lagi, meski aku tidak terlalu menikmati bercinta dengannya, tapi sudah tugas pekerjaanku untuk membuatnya merasa perkasa dan dibutuhkan. Dua batang rokok sudah beliau habiskan sambil ngobrol, mendekati pukul satu tanganku menggerayangi selangkangannya, sudah kembali tegang, apalagi melihat aku yang selalu telanjang disampingnya.

“Sekali lagi ya om,” rayuku seolah aku ketagihan dan minta lagi.
“Jangan waktu kembali ke kantor” tolaknya tanpa berusaha menghentikan tanganku yang membuka resliting dan mengeluarkan penisnya. Matanya terpejam ketika tanganku mengocoknya.
“Sebentar aja ya om” kataku, tanpa menunggu jawabannya aku lansung ambil posisi di pangkuannya, kami saling berhadapan.

Kubasahi penisnya dengan ludahku, begitu tubuhku turun, kembali penisnya amblas dalam vaginaku. Aku diam sesaat mengamati expresi kenikmatan yang terpancar diwajah beliau, kupeluk kepalanya dan kutempelkan di antara buah dadaku. Pantatku bergerak maju mundur mengocok penisnya, beliau mendesah, semakin cepat goyanganku, semakin deras desahannya. Beliau membalas dengan sedotan kuat pada putingku bergantian.

Goyanganku makin cepat bervariasi, maju mundur lalu berputar kemudian berbalik arah, dan tak lebih dari lima menit beliau sudah mengerang orgasme, tubuhnya kaku mencengkeram pantatku, kurasakan denyutan yang tak sekeras sebelumnya, hanya enam denyutan lalu menghilang. Aku masih belum beranjak dari pangkuannya hingga napasnya normal kembali, dengan hati hati aku turun supaya tidak ada sperma yang tercecer ke pakaiannya, tapi tetap saja beberapa tetes keluar mengenai celananya, beliah hanya tersenyum menepuk pantatku.

“Kamu memang nakal” katanya sambil mencubit kedua pipiku.
“Udah dulu ya, ntar om terlambat ke kantor ” kataku menggoda saat membersihkan penis dan kukecup lalu memasukkan kembali ke celananya. Kuperiksa kerapihan pakaiannya sebelum meninggalkan kamar.
“See you nanti sore selepas jam kantor” katanya sehabis mengecup bibirku dan keluar kamar.
“Dasar si tua tak tahu diri” gerutuku sepeninggal beliau.

Kuhabiskan setengah harian di kamar tanpa keluar, menunggu kedatangan Om Bima nanti sore, makan siang kupesan dari Room Service. Setelah mandi membersihkan diri, kurebahkan tubuhku di ranjang hingga tertidur. Tapi tidurku tak bisa nyenyak, lebih dari 4 kali Om Bima maupun suruhannya meneleponku, baik melalui HP maupun ke hotel, sekedar menanyakan apakah sudah makan atau apakah ingin jalan atau pertanyaan lainnya yang menunjukkan perhatiannya.

Namun semua itu bagiku adalah cerminan ketidak percayaan padaku, mungkin mereka mengira kalau aku akan pergi menerima tamu lainnya selama Om Bima tak ada. Tentu saja aku tak pernah melakukan itu, aku harus bersikap professional dan loyal pada tamu yang sudah membooking. Setengah jam sebelum pukul lima sore, aku bersiap menyambutnya, kukenakan lingerie hitam yang sexy tanpa bra dan bikini lagi, sungguh kontras dengan kulit putihku.

Aku ingin memberinya kejutan saat beliau masuk ke kamar ini. Tepat jam lima sore Om Bima sudah berada kembali di kamar ini, rupanya dia tidak mau membuang waktu dengan percuma, begitu jam kerja berakhir lansung meluncur ke hotel yang letaknya hanya 10-15 menit perjalanan.Domino99

Sorot kekaguman dan sejuta pujian langsung terucap melihat penampilanku yang begitu erotis dan menantang, kulihat beliau menelan ludah seperti kucing yang melihat ikan siap santap di atas meja. Om Bima langsung memelukku, dengan sepatu hak tinggi yang kukenakan, relative aku lebih tinggi, bibir beliau yang berada tepat di leherku segera beraksi, menciumi leher dan bahu hingga lengan.

Sambil bersandar di dinding, kubiarkan Om Bima menyusuri seluruh lekuk tubuhku dengan bibir dan lidahnya, tangannya bergerilya menjarah di daerah selangkangan dan jarinya langsung menyelinap di liang kenikmatanku yang tidak mengenakan celana dalam. Kubuka kakiku lebih lebar, aku ingin menikmati bagaimana kepala Pak Menteri yang terhormat berada di selangkanganku, moment itulah yang paling aku sukai kalau melayani pejabat tinggi.

Om Bima dengan rakus melahap kedua buah dadaku, disedot dengan kuatnya, aku menggelinjang geli. Begitu bernafsunya beliau mengulum hingga tubuhku terdorong ke belakang, terduduk di meja sebelah TV. Ciuman Om Bima sudah berpindah ke paha, lingerie yang kukenakan tak diijinkan dilepas meski sudah acak acakan menempel di tubuhku. Moment yang kutunggu dari tadi kian dekat, semakin menjadi kenyataan saat beliau mulai menjilati klitoris dan bibir vaginaku.

Kubentangkan kakiku semakin lebar, semakin masuk pula kepala beliau di selangkanganku. Lingerie yang dari tadi tersingkap di perut kututupkan di atas kepala beliau, hingga hanya tampak badannya saja sementara kepalanya berada di selangkanganku tertutup lingerie. Entah sudah puas atau pengap berada di selangkanganku, beliau menarik kepalanya keluar, baru kusadari kalau aku belum melakukan sesuatu pada beliau, masih rapi tertutup baju
safarinya.

Aku tersenyum memandang wajahnya yang kemerahan dilanda nafsu, hidungnya kembang kempis seakan ingin menelanku bulat bulat. Sembari membuka resliting celana aku mengecup dahi botaknya, kukeluarkan penisnya yang telah keras menegang dan kutuntun ke arah gerbang surga dunia. Berbeda dengan tadi siang, kali ini beliau begitu romantis dan penuh perasaan melesakkan penisnya menyusuri liang sempit dan basahku sambil kami tetap berciuman bibir.

Penisnya keluar masuk vaginaku pelan pelan, seakan ingin menikmati setiap detik dan setiap kenikmatan yang timbul, tangan beliaupun pelan meraba dan mengelus buah dadaku, tak ada kekerasan dalam irama permainannya. Lima menit berlalu dalam tempo romantis, satu persatu kulepas pakaiannya tanpa menghentikan permainan kami, lingerie masih menempel di tubuhku meskipun praktis tak karuan lagi letaknya.

Kami berganti posisi setelah beliau akhirnya melepas lingerieku, menyisakan stocking hitam dan sepatu, dari belakang sama sama berdiri menghadap cermin, aku dikocok masih dengan tempo lamban. Dari pantulan cermin bisa kulihat expresi kepuasannya saat bercinta, beliau selalu menyibakkan rambutku apabila menghalangi wajahku dari cermin.

Kami seakan melihat adegan sex di layar cermin dengan peranan diri sendiri, mungkin ini menambah erotis beliau bisa melihat bagaimana menyetubuhi gadis muda secantik aku. Sebaliknya dengan aku yang selalu menutup mata rapat rapat saat beliau menengadahkan wajahku ke arah cermin, malu aku melihat diriku sendiri sedang disetubuhi laki laki seusia Papaku, bahkan mungkin lebih tua.

Tiba tiba Om Bima menghentakku keras disusul denyutan kuat dari kejantanannya menghantam dinding dinding vaginaku, aku kaget, menggeliat dan menjerit, tak menyangka beliau mengakhiri dengan sentakan kuat seperti itu, membanjiri vaginaku dengan sperma hangatnya, tangannya mencengkeram buah dadaku dengan kuatnya, terasa sedikit sakit. Beberapa detik setelah itu kami terdiam dalam posisi tetap kecuali tangannya yang beralih membelai punggung dan rambutku, beliau masih menikmati pemandangan kami di cermin.

“Kamu memang hot dan pintar” katanya sambil mencabut kejantanannya. Aku berbalik, kuraih kejantanannya yang mulai lemas lalu kuusap usapkan ke tubuhku, aku tahu dari pengalaman bahwa banyak laki laki menyukai hal ini.

“Bapak juga hebat, bisa lama seperti itu” jawabku menghibur dan memang untuk ukuran seusia beliau bercinta 10 menit sudah merupakan hal yang hebat, biasanya malah kurang dari 5 menit, cuma besar di nafsu saja. Kami menghabiskan sore hingga malam dengan penuh gairah, Kulayani Om Bima 2 babak lagi, meski masing masing tidak pernah lebih dari 10 menit, sebelum akhirnya beliau meninggalkanku kembali ke istrinya lewat tengah malam.

“Besok pagi aku akan datang sebelum kamu kembali ke Surabaya” pesannya sebelum meninggalkanku, aku hanya tersenyum mendengar kerakusannya.

Aku tak tahu bagaimana beliau menghindari sorotan orang atas keberadaannya di hotel, tapi aku yakin beliau sudah biasa melakukan dan sudah punya cara sendiri untuk menghindar. Sampai aku check out siang hari, ternyata beliau tidak pernah datang menemuiku, entah apa yang terjadi, mungkin ada acara mendadak. Tak ada sesal sama sekali atas ketidak hadirannya, justru aku bersukur tak harus melayani nafsu si tua itu lagi. Selama melayani beliau beberapa babak, dari siang hingga tengah malam, aku tak pernah mendapat orgasme sekalipun, tapi aku tak kecewa apalagi menyesalinya, toh semua itu bagian dari pekerjaanku. Orang suruhan GM-pun tak pernah nongol atau menelpon, akupun berangkat sendiri ke Cengkareng tanpa ada orang lagi yang memperhatikan seperti kemarin, apalagi tiket pulang pergi masih ditangan, jadi bukanlah masalah besar bagiku. Yang penting semua pembayaran jasaku telah ditransfer sebelum keberangkatanku ke Jakarta. Itulah manusia, setelah selesai yang dikehendaki langsung melupakan lainnya.


Situs Poker Online Domino 99 BandarQ Paling TOP
Share:

Aku di perkosa Majikanku


CERITA DEWASA - Dengan cuaca yang masih mendung dan dingin di dalam kamarku aku bangun dan ingin menuju kekamar mandi, dan aku masih merasakan getaran tarangan majikannku yang membekas di bahuku sungguh enak di pijit sama majikan baru kali ini seumur hidupku tubuhku dijamah oleh laki laki.Agen Domino 99 Terpercaya

Sebelum kecerita perkenalkan namaku Raisa umurku saat ii 19 tahun aku anak terakhirdati 6 saudara dan kesemuanya adalah wanita, kakaku yang 3 dan 4 mereka juga sama menjadi pembantu rumah tangga , sudah 1 tahun ini aku bekerja di rumah majikanku yang masih muda baru mempunyai anak 1 berumur 3 tahun.

Majikan perempuanku yang kupanggil ibu adalah seorang karyawati, sedang majikan laki-lakiku seorang pegawai negeri sebuah instansi pemerintah. Kehidupan di dalam rumah tangga majikanku dapat dikatakan harmonis, itu yang membuatku kerasan tinggal bersama mereka. Ibu majikan seorang wanita yang baik, begitu pula dengan suaminya.

Hari Sabtu dimana ibu bekerja, sedang bapak setiap Sabtu dan Minggu libur. Di rumah tinggal bapak, aku dan anaknya. Aku merasa tidak enak badan sejak hujan-hujanan kemarin waktu aku pergi ke pasar. padahal malam harinya aku sudah minum obat, tetapi hingga pagi hari ini aku merasa sakit disekujur tubuh.

Walau begitu tetap kupaksakan diri untuk bekerja, karena sudah kewajibanku sehari-hari dalam keluarga ini. Setelah anaknya tidur, kurebahkan diriku di kamar. Cuaca mendung bulan November, setengah terpejam sayup-sayup kudengar bapak memanggil namaku, tetapi karena badan ini terasa berat, aku tak sanggup untuk bangkit, sampai bapak datang ke kamarku.

Bapak terkejut melihat kondisiku, dihampirinya aku dan duduk ditepi ranjang. Aku berusaha untuk bangkit walau kepala ini seperti dibebani ribuan batu, tiba-tiba tangan bapak menyentuh dahiku kemudian merengkuh bahuku untuk memintaku tiduran kembali.

Bapak bilang kalau tubuhku demam, kemudian dia memijit keningku, mataku terpejam menikmati pijitan itu, terasa sakit di kepala dan lemas sekujur tubuhku. Setelah beberapa saat bapak menyuruhku untuk telungkup, akupun menurutinya.

Kuraskana kain bajuku disingkap ke atas oleh bapak, kemudian tali pengait behaku dicopotnyanya. Aku terkejut, tetapi karena lemas aku pasrah saja, kurasakan pijitan bapak dipunggungku. Disinlah awal keanehan itu terjadi.

Walaupun kondisi demam, tetapi perasaan itu tetap saja kurasakan, begitu hangat, begitu damai, begitu takut dan akhirnya begitu nikmat, mata kupejamkan sambil menikmati pijatan bapak. Umur bapak sudah tigapuluhan dan kuakui kalau bapak mempunyai wajah yang awet muda.
Disaat aku merasakan pijitan bapak, tiba-tiba kurasakan resluiting celana pendekku di belakang diturunkan oleh bapak.

Aku ingin berontak dan membalikkan badan, tetapi ditolak oleh bapak dengan mengatakan bahwa bagian bawahpun harus dipijat, akhirnya aku mengalah walau disertai rasa malu saat bapak melihat pantatku.

Jujur, yang ada di dalam benakku tidak ada prasangka lain selain aku dipijit bapak. Setelah agak lama, bapak menyudahi pijitannya dan aku diberi lagi obat demam yang segera kuminum, bapak kemudian meninggalkan kamarku.

Sebelum tidur kuputuskan ke kamar mandi untuk buang air kecil. Seperti yang telah aku ceritakan di atas, bahwa celana dalamku basah, dan ternyata bukan pipis. Aku raba dan rasakan ternyata berlendir dan agak lengket, aku tidak tahu hubungan basah ini dengan pijatan bapak tadi. Aku tak mampu berpikir jauh, setelah dari kamar mandi, kuputuskan untuk tidur di kamar.

Sore hari gerimis turun, ketika aku tidur, siang tadi ibu majikan dan anaknya pergi kerumah famili serta menginap di sana karena ada hajatan, sementara bapak tinggal di rumah sebab besok Minggu ada acara di komplek.

Setelah sesiang tadi aku tidur, kurasakan tubuhku agak mendingan, mungkin karena pengaruh obat turun demam yang aku minum tadi, sehingga aku berani untuk mandi walau dengan air hangat. Selesai mandi terdengar suara bapak dari ruang TV memanggil namaku, aku bergegas kesana.

Bapak menanyakan keadaanku yang kujawab sudah baikan. kemudian bapak menyuruhku membuatkan teh hangat untuknya. Teh kubuat dan kuhidangkan di meja depan bapak, kemudian bapak menyuruhku duduk di bawah depan tempat duduk bapak, kuturuti perintahnya.

Ternyata bapak sedang menikmati TV, kemudian bapak memegang pundaku serta memijit perlahan-lahan dan bertanya apakah pijitannya enak, kujawab enak sekali sembari tersenyum, sembari tetap memijat pundakku kami berdua membisu sambil menonton TV.

Lama-kelamaan perasaan aneh itu menjalar lagi, aku merasakan sesuatu yang lain, yang ku tak paham perasaan apa ini, kurasakan sekujur bulu tubuhku mermang. Tiba-tiba kurasakan hembusan nafas di samping leherku, aku melirik, ternyata wajah bapak telah sampai di leherku, aku merasakan getaran-getaran aneh yang menjalar kesemua tubuhku, aku tidak berontak, aku takut, tetapi getaran-getaran aneh itu kurasakan begitu nikmat hingga tanpa kusadari kumirngkan kepalaku seakan memberi keleluasaan bapak untuk mencmbunyanya.

Tak terasa aku memejamkan mata dan menikmati setiap usapan bibir serta lidah bapak di leherku. Getaran itu kini menjalar dari leher terus turun ke bawah, yang kurasakan tubuhku melayang, tidak mempunyai beban, terasa ringan sekali seolah terbang.

Otakku seakan buntu, tidak dapat berpikir jernih, yang kutahu aku mengikuti saja karena pengalaman ini belum pernah aku rasakan seumur hidup, antara takut dan nikmat. Tangan bapak masih memijat pundakku sementara dia masih mencumbui leherku, tak lama kemudian kurasakan tangan itu meraih kancing baju depanku dan membukanya satu persatu dari atas ke bawah.

Setelah semua kancing bajuku terlepas, kembali tangan bapak memijat bahuku, semua itu aku rasakan dengan melayang-layang, perlahan tapi pasti kedua tangan bapak menyentuh ke dua payudaraku, aku kaget.

Kedua tanganku lalu memegang tangan bapak, bapak membisikkan supaya aku menikmati saja pijitannya, tanganku akhirnya terlepas dari tangan bapak. Lagi-lagi kurasakan sesuatu getaran aneh, hanya getaran ini lebih dahsyat dari yang pertama, payu daraku diremas tepatnya daripada dipijit, walau masih memakai bh.

Kemudian tangan bapak kembali kepundakku, ternyata diturunkannya tali bhku, perlahan-lahan diturunkan sebatas lengan, sementara ciuman bapak masih di leher, kadang leher kiri, kadang leher kanan.

Aku melayang hebat, dimana kedua tangan bapak meraih payudaraku dari bagian atas turun ke bawah, sesampai di putingku remasan berubah menjadi pilinan dengan jari, aku sempat membuka mata, tetapi hanya sesaat, getaran aneh berubah menjadi sengatan.

Sengatan kenikmatan yang baru ini kualami, dipilin-pilinnya kedua putingku, tak sadar ku keluarkan desahan pelan. Secara tidak kusengaja, tangan kiriku meraba celana dalamku sendiri, kurasakan gatal disekitar kemaluaku, ternyata kemaluanku basah, aku tersentak dan memberontak.

Bapak kaget, kemudian menanyakan ada apa, aku tertunduk malu. Setelah didesak aku menjawab malu, kalau aku ngompol. Bapak tersenyum dan berkata bahwa itu bukan ompol, lalu bapak berdiri dan membimbingku duduk di sofa.

Bapak menanyakan padaku, yang kujawab bahwa ini pengalamanku yang pertama, kemudian bapak mengatakan ingin memberi pengalaman selanjutnya dengan catatan supaya aku tidak menceritakan pengalaman ini pada siapa saja.

Aku hanya mengangguk dan menunduk, tak berani kutatap mata bapak karena malu. Di luar hari sudah berganti malam, gerimis pun berubah menjadi hujan, tetapi aneh, hawa di ruang TV berubah menjadi hangat, apakah ini hanya perasaanku saja?

Sementara aku duduk di sofa, bapak malah jongkok dihadapanku. Aku rikuh dan menundukkan kepalaku. Tiba-tiba bapak maju menuju payu daraku dan menciuminya, seperti bayi menetek ibunya. Aku berkata malu, tetapi di jawab bapak untuk menikmati saja.

Sengatan itu kembali menyerangku ketika ciuman bapak berubah menjadi jilatan dan kuluman di putingku, aku kembali terpejam dan mengerang, tak kusadari tanganku berada di kepala bapak, mengelus dan sedikit menjambak rambut bapak.

Aku tidak kuat menyangga tubuhku, perlahan dan pasti tubuhku terjatuh di sofa, bapak membetulkan posisiku sehingga tiduran disofa. Kemudian jilatan bapak berlanjut diperutku, sementara tangan kiri bapak di payudaraku, tangan kanan meraba dari betis naik ke paha serta menyingkap rok yang kukenakan.

Aku sudah kehilangan akal sehat, hanya bisa diam dan menikmati setiap jilatan dan elusan bapak. Aku terkejut pada saat jilatan bapak sampai ke celana dalamku, aku mengatakan bahwa itu kotor dan pesing, tetapi dengan sabarnya bapak menenangkanku untuk tetap saja Menikmatinya.
Aku hanya terdiam dan pasrah, di antara takut dan malu serta rasa nikmat yang tak kuduga sebelumnya. Perlahan bapak membuka rok serta mencopot celana dalamku dan menciumi rambut kemaluanku.

Takut bercampur geli berkecamuk di dalam dadaku, kurapatkan kedua pahaku menahan geli, tetapi keanehan terjadi lagi, lama kelamaan tanpa kusadari kedua pahaku membuka dan semakin lebar. Posisi ini memudahkan bapak untuk mencumbu lebih dalam.

Tiba pada bagian tengah atas kemaluanku, kurasakan ujung lidah bapak menyengat yang lebih dahsyat lagi, tanpa kusadari kunaikkan pantatku ke atas ke bawah, aku meracau tidak karuan, sukar kulukiskan dengan kata-kata perasaan ini.

Kurasakan dunia gelap dan berputar, sayup-sayup kudengar suara kecipakan di sekitar selangkanganku, hingga ada suatu desakan dari dalam kemaluanku, desakan itu tak dapat kutahan, sesuatu yang akan meledak keluar, seperti bila ingin pipis, tetapi ini lebih dari itu.

Tanganku tak dapat kukendalikan, kujambak rambut bapak sambil menekan kepalanya pada kemaluanku. Aku melonjak, mengjan. menahan, meracau, tiba-tiba sesuatu itu keluar dari dalam kemaluanku, kemaluanku basah… bahkan banjir… kurasakan aku ngompol…

Setelah itu tubuhku lemas, keringat membanjiri tubuhku, tulang-tulangku terasa lepas dari tempatnya… perasaan apa ini? antara nikmat… kebelet pipis… dan lemas

Kulihat bapak tersenyum dan mengelus rambutku, bapak menanyakan apa yang aku rasakan. Kubalas dengan tatapan yang bertanya-tanya, tetapi aku tidak dapat berkata-kata, diantara nafasku yang masih memburu, aku hanya tersenyum dan memandangnya sayu.

Bapak berlutut di sampingku, melepas sarungnya, meraih tanganku dan membimbingnya untuk memegang tengah celana dalamnya, kuturuti, kuraba dari luar celana dalam bapak, ini pun pengalaman pertamaku memegang kemaluan laki-laki.

Kurasakan sesuatu menonjol keras ke atas di tengahnya, bapak menikmati elusanku dan kuliirik mata bapak setengah terpejam. Tak lama, dia menurunkan celana dalamnya, sesaat kuterpekik melihat benda yang baru kali ini kulihat.

Bapak mengajariku untuk mengurut benda itu dari atas ke bawah, aku geli memegang benda itu, empuk tapi keras… keras tapi lentur… Bapak membangkitkanku dari rebahan, kemudian menyuruhku untuk menjilat benda itu, karena tadi bapak sudah menjiltati kemaluanku, apa salahnya kalo sekarang aku menjilati kemaluannya, pikirku.

Pertama memang kujilati benda itu, lama-kelamaan kumasukkan benda itu ke dalam mulutku, aku ingat masa kecilku ketika menjilati es krim. Benda itu berdenyut-denyut di dalam rongga mulutku, aku merasa aneh tetapi senang, seperti anak keci mendapat makanan kesukaannya.

Tiba-tiba bapak mengerang sambil menarik kepalaku, benda itu berkeduk hebat, aku heran ada apa ini, tetapi benda itu tak dapat kulepaskan, karena kepalaku ditahan tangan bapak, kemudian kurasakan suatu cairan terasa di mulutku yang akhirnya daripada tersedak, cairan itu kutelan habis, terasa amis… gurih… sedikit asin.

Kulihat bapak mendengus, seperti habis lari jauh, nafasnya tersengal-sengal. Dia tersenyum dan memelukku, aku merasa damai dalam pelukannya.

Bapak mengajakku ke kamar mandi, sebelum kami masuk, bapak melucuti sisa pakaianku dan juga pakaiannya. Aku merasa heran, aku menurut tanpa ada perlawanan, mungkin karena nikmat yang baru saja pertama kali aku dapat.

Di dalam kamar mandi, bapak memandikanku, bapak mengagumi bulu-bulu yang tumbuh di ketiak dan selangkanganku dan berpesan agar aku tetap memelihara dan melarang memotongnya. Pada saat bapak menyabuniku, getaran-getaran aneh menyerangku lagi.

Geli bercampur nikmat menyelimuti seluruh tubuhku, sehingga tak terasa aku mulai mendesis lagi, bapak bilang bila aku tidak tahan keluarkan saja erangan itu, tapi aku malu.

Setelah aku selesai disabuni, bapak menyuruhku menyabuninya, dengan rasa takut-takut kusabuni punggung sampai kakinya, pada giliran tubuh bagian depan, kulihat kemaluan bapak yang tadinya lemas tampak kokoh berdiri.

Bapak mengatakan enak disabuni olehku, dia meraih wajahku dan mencium mulutku, aku merasakan getaran semakin hebat ketika lidah bapak bermain di dalam rongga mulutku, aku hanya terdiam dan menikmati permainan lidah bapak, perlahan kuimbangi permainan lidah bapak dengan lidahku sendiri, kami saling berpagutan.

Bapak membimbing tanganku untuk menyentuh kemaluannya yang masih terbalut sabun, aku merasakan licin serta mengocoknya. Payudaraku pun menyentuh dada bapak yang licin oleh sabun, terasa mengeras di kedua putingku, kami berpelukan… berciuman dan saling bergesekan… aktivitas ini menimbulkan gelinjang kenikmatan yang tiada tara bagiku.

Setelah tubuh kami berdua tersiram air dan bersih dari sabun, bapak menyuruhku untuk menghadap wastafel setengah menunduk sembari kakiku direnggangkannya, bapak jongkok membelakangiku dan mulai menjilati pantatku, aku menengok ke belakang dan bapak hanya tersenyum.

Pada saat lidah bapak menyentuh dan mempermainkan duburku, aku tersentak dan sedikit mengangkat kakiku, kurasakan kegelian bercampur dengan kenikmatan, aku mendesis, kemaluanku basah dan lengket, sehingga tangan kiriku tak sadar meraba daging bulat kecil yang mengeras di tengah kemaluanku sembari mengosok-gosok dan menekannya, secara naluri bagian itu yang kurasakan dapat memberi kenikmatan yang tiada terkira.

Tak lama berselang aku berasa ingin pipis lagi. Tangan kananku mencengkeram erat bibir wastafel, mengerang hebat, tangan kiriku kutekan kuat pada benjolan kenikmatanku, aku meladak lagi, nafasku memburu tidak karuan, sesaat aku merasa lemas dan seakan hilang pijakan tempatku berdiri. Bapak menangkapku kemudian membopongku menuju kamarku.

Direbahkannya diriku di tempat tidur, bapak duduk di tepi tempat tidurku sembari mengelus rambutku, tersenyum dan mengecup keningku, hatiku tentram, nafasku mulai teratur kembali. Setelah semuanya kembali normal bapak merebahkan dirinya di sisiku, tanpa bicara, bapak meraba payudaraku, serta menjilatinya.

Getaran-getaran itu datang kembali menyerangku, aku menggelinjang serta mengeluarkan suara-suara desisan, kuremas kepala bapak sembaru kutekan ke arah dalam payudaraku. Bapak naik ke atas tubuhku, menyodorkan kemaluannya untuk kujilat lagi, kuraih dan kukulum kemaluan bapak seperti layaknya menjilati es krim, bapak memaju-mundurkan pantatnya sehingga kemaluan bapak keluar masuk dalam mulutku.

Aku menikmati keluar masuknya kemaluan bapak di dalam mulutku. setelah beberapa saat, bapak melepaskan kemaluannya dari mulutku. Bapak menggeser tubuhnya, kedua pahaku di kesampingkannya, perlahan-lahan kemaluan bapak didekatkan pada kemaluanku sambil berkata bila terasa sakit aku harus bilang.

Pertama menyentuh kulit luar kemaluanku, aku agak tersentak kaget, mulailah rasa sakit itu timbul setelah kemaluan bapak mulai sedikit demi sedikit memasuki vaginaku.

Aku menjerit kesakitan yang kemudian diikuti dengan dicabutnya kemaluan bapak, bapak mencium bibirku sembari membisikkan kata supaya aku menahan rasa sakit tersebut sembari mempermainkan lidahnya di dalam mulutku.

Kemudian bapak mulai menusuk lagi, walau kemaluanku sudah basah total. tapi rasa sakit itu tak terkira, aku tak sanggup mengaduh karena mulutku tersumbat mulut bapak. ceritasexpembantu.com Tak terasa air mataku meleleh menahan sakit yang tak terkira, kedua tanganku mencengkeram erat pinggang bapak.

Akhirnya kemaluan bapak menembus lubangku… diusapnya air mataku, kemaluan bapak masih tetap tertancap dalam lubangku. Bapak berhenti menggoyang, setelah dilihatnya aku agak tenang, mulailah bapak memaju-mundur kemaluannya lagi secara perlahan, aku sempat heran, rasa sakit itu berangsur hilang digantikan dengan nikmat.

Aku merasa kemaluanku berkedut-kedut dengan sesuatu benda asing di dalamnya, sementara itu air lendirku juga sudah membasahi liang kemaluanku, sehingga rasa sakit itu hilang tergantikan oleh kenikmatan yang sukar dikatakan.

Tidak begitu lama kemudian aku merasa ingin pipis kembali, aku peluk bapak, aku naikkan pantatku seolah ingin menelan semua kemaluan bapak. Aku kejang, aku melenguh panjang, aku menggigit pundak bapak, sesuatu yang nikmat aku rasakan lagi, dunia berputar-putar, semua terlihat berputar, sungguh kejadian ini nikmat sekali.

Aku terhempas lemas setelah aku mengalami apa yang baru aku alami, rasa sakit sudah hilang. Bapak menghentikan aktifitas seakan memberi kesempatan diriku untuk menikmati puncak kenikmatan yang baru saja kualami.

Setelah beberapa saat, dengan kemaluan yang masih mengacung ke atas, bapak mencabut kemaluannya dan menyerahkannya kedalam mulutku lagi, aku kulum kemaluan bapak, tak lama kemudian bapak melenguh… dan cairan itu kembali mendera mulutku, karena pengalaman tadi, semua cairan itu aku telan tanpa tersisa sedikitpun.

Bapak merebahkan tubuhya disampingku, dan mengucapkan terima kasih, dia mengatakan bahwa perawanku telah hilang. Aku tercenung kulihat ke bawah, sprei tempat tidurku ternoda merah darah perawanku.

Tetapi aku tidak menyesal, karena hilang oleh orang yang aku kagumi sekaligus aku sayangi, Aku tidur di dalam pelukan bapak, kami kelelahan setelah mengarungi perjalanan puncak kenikmatan bersama, dalam tidurku, aku tersenyum bahagia, kulirik bapak, dia terpejam sembari tersenyum juga.
Seperti kebiasaanku sehari-hari dalam rumah tangga majikanku ini, aku bangun pada pukul 5, kulihat bapak masih tertidur lelap, kami masih dalam keadaan bugil, karena semalam tidak sempat berpakaian karena kelelahan.

Aku turun dari tempat tidur, selangkanganku masih berasa perih seakan benda tumpul panjang itu masih mengganjal di dalam lubangku. Dengan agak tertatih aku menuju kamar mandi, kubersihkan seluruh tubuhku beserta lendir-lendir yang mengering bercampur bercak darah di sekitar kemaluan dan bulu-buluku, sembari mandi aku bersiul gembira.

Kuraba lubang kemaluanku, masih terasa sisa-sisa keperihan di dalamnya, aku mengerti sekarang, dimana perbedaan antara air seni dengan lendir hormon yang keluar dari kemaluanku bila dirangsang, Aku tersenyum geli memikirkan kebodohanku selama ini.

Selesai mandi, aku membereskan rumah seperti kewajibanku sehari-hari, setelah itu aku buatkan segelas kopi panas dan kubawa ke kamarku, dimana bapak masih terlelap di sana. Perlahan kuletakkan kopi di atas meja, aku melangkah ke arah tempat tidur, kuperhatikan wajah bapak yang tertidur.

Betapa tenang, betapa damai, betapa gantengnya, perlahan kuusap pipi bapak serta kubelai rambutnya, dengan sedikit takut… kucium sudut bibir bapak. Pandanganku menyapu dada bapak, kemudian turun ke salangkangannya yang tertutup selimut, kulirik benda asing yang semalam telah memaksa masuk ke dalam lobangku.

Aku tersentak kaget, walau tertutup selimut kulihat jelas benda itu tegak berdiri mengeras, ku usap perlahan sembari tertawa geli dalam hati. Perlahan kusingkap selimut itu, sekarang terpampang jelas benda itu dimana pantulan cahaya lampu menerpa ujung kepala kemaluan bapak yang seperti helm itu.

Kudekatkan wajahku ke benda itu agar terlihat lebih jelas lagi, perlahan kugenggam, kukocok, kujilati dan kumasukkan ke dalam mulutku.

Bapak bergerak perlahan, aku terkejut dan berhenti mengulumnya, tetapi bapak melihat padaku dan menyuruh untuk meneruskan aktivitasku, kembali kuulangi kuluman kemaluan bapak sembari tersenyum, dielusnya rambutku sembari kudengar erangan bapak.

Bapak bergeser sedikit, tangannya meraih pantatku serta menyingkapkan dasterku ke atas, perlahan diusapnya belahan dalam pantatku, dengan tangan kanan kuraih tangan bapak di selangkanganku, ternyata kemaluanku sudah basah kembali.

Aku pun kembali terangsang dengan usapan tangan bapak di kemaluanku, sedikit kugoyang pantatku kekiri dan kekanan tanpa melepaskan kulumanku pada kemaluan bapak. Beberapa saat kemudian, bapak meminta untuk menghentikan aktifitasku, bapak bangkit dari tempat tidur, dan menyuruhku untuk menunggi di tepi tempat tidur.

Dari arah belakang, perlahan bapak memasukkan kemaluannya ke dalam lubangku, aku heran, gaya apa lagi yang bapak berikan untukku, kuraih bantal untuk mengganjal kepalaku, sementara dari belakang, bapak memaju-mundurkan pantatnya.

Sensasi baru kurasakan, dengan posisi yang belakangan kuketahui bernama doogy style itu, seakan dapat kuatur jepitanku pada kemaluan bapak. Aku merasa ingin pipis lagi, kugigit bantal sembari mengerang dahsyat, otot-ototku kakiku mengejang sampai ke arah pantat, sedikit kujinjitkan kakiku, kucoba bertahan semampuku, kujambak speri di sampingku.

Aku tak tahan lagi, dengan kedutan-kedutan hebat, jebolah pertahananku, aku teriak dan mendesis kugigit bantal sekeras-kerasnya, pantatku berkedut-kedut ke atas bawah, aku lemas, aku jatuhkan tubuhku ke atas kasur sembari nafasku haru memburu.

Kulihat bapak tersenyum ke arahku, kemaluannya semakin berkilat akibat lendirku tertimpa cahaya dari luar kamar. Kuraih kemaluan bapak, kukocok-kocok sembari aku mengatur nafasku, tangan bapak merengkuh rambutku, diusap-usapnya kepalaku, diciumnya keningku. Setelah nafasku teratur, kuraih kemaluan bapak dan kukulum lagi, tidak berapa lama, bapak mengejang dan mengeluarkan cairan dari kemaluan bapak yang kutelan habis tanpa bersisa.

Bapak kemudian pergi mandi, sementara aku kembali kekesibukanku hari ini yaitu memasak. Pukul delapan pagi, kulihat bapak selesai mandi dan bersiap untuk menghadiri acara komplek.

Setelah berpamitan padaku, aku meneruskan memasak, hari ini kubuatkan masakan spesial untuk bapak, semua bahan telah tersedia di dalam kulkas yang kubeli hari Jumat kemarin di pasar.

Pukul 12 siang, bapak kembali dari acara di komplek, aku sedang menonton acara TV setelah selesai masak, kemudian bapak menyuruh membuatkan es teh manis untuknya, aku bergegas pergi ke dapur untuk membuatkan pesanan bapak.

Di saat aku sibuk mengaduk gula, tiba-tiba dari arah belakang bapak memelukku, aku tersentak karena melihat bapak tidak mengenakan pakaian selembar pun.

Tanpa bicara, dicumbuinya diriku dari belakang, aku menggelinjang kegelian, diusapnya leherku dengan lidah bapak sampai ke telingaku dan digigit-gigitnya daun kupingku. Aku tersentak kegelian, tanganku menyenggol teh yang sedang kubuat, gelas jatuh dan air di dalamnya tumpah membasahi dasterku.

Tanpa memeperhatikan peristiwa itu, bapak melahap mulutku dengan ciuman-ciuman ganasnya, aku terpengarah tidak siap, sedikit kehabisan nafas melayani ciuman bapak. Dengan tidak melepas ciumannya, tangan bapak mencopot dasterku, kemudian dengan terburu-buru, dilepasnya beha dan celana dalamku, aku hanya pasrah menghadapi kelakuan bapak.

Sedikit membopong, didudukannya aku di atas meja makan, kemudian bapak melebarkan selangkanganku serta menjilati kemaluanku. Dengan berpegang pada tepi meja, aku menggelinjang keenakan, kurasakan sapuan-sapuan lidah bapak dikemaluanku sebagai sensasi yang tiada duanya.

Mungkin karena sebentar lagi aku merasa akan datang bulan, sehingga nafsu yang ada dalam diriku sedang dalam puncak-puncaknya. Aku pipis lagi, kujambak rambut bapak dengan tidak sungkan lagi, kutekan kepala bapak ke dalam kemaluanku.

Kurasakan lidah bapak menembus di dalam lobangku, aku menjerit tertahan, meledaklah kenikmatanku, bapak menyedot habis semua lendir nikmatku sampai tuntas serta menjilati rambut lebatku.

Dengan menahan posisiku, bapak berdiri dan memasukkan kemaluannya ke dalam lobangku, perlahan tapi pasti kemaluan bapak masuk. Aku membisikkan sesuatu ke bapak, aku mengatakan bila ingin merasakan semprotan cairan bapak di dalam rongga kemaluanku.

Bapak menanyakan apakah aku subur atau tidak, aku jawab bila dalam dua atau tiga hari ke depan akan datang bulan. Setelah bapak mendengar pengakuanku, dia tersenyum dan semakin bersemangat untuk menusukan kemaluannya di lobangku.

Ternyata bapak lama juga mengalami puncak, kebalikannya dalam diriku, aku merasakan suatu kedutan nikmat lagi dan berasa ingin pipis kembali. Aku peluk bapak, kucium bibirnya, sementara kedua kakiku menjepit pinggang bapak.

Dengan berpangku pada tepi meja makan, bapak bertambah kencang volume memaju – mundurkan kemaluannya di dalam lobangku. Aku terpekik, aku menjerit, aku mendekap erat-erat tubuh bapak, kurasakan ledakan kembali menyerang dalam lubang kenikmatanku.

Sementara bapak kulihat semakin cepat dan berkata bila kita berdua akan mencapai puncak secara bersama-sama. Tapi aku sudah tidak tahan lagi, aku mengerang… mengejang… kugigit bibir bapak, ternyata demikian pula dengan bapak.

Kami berdua mencapai puncak tinggi bersamaan, kurasakan cairan hangat bapak dan cairanku menyatu di dalam lubang kemaluanku. Aku berkedut, bapak berkedut, kami semakin erat berpelukan, peluh membanjiri seluruh tubuh, jepitan kakiku di pinggang bapak, diimbangi pelukan tangan bapak di tubuhku, kami berdua sesak, kami berdua klimaks, kami berdua memejamkan mata sesaat tidak peduli dengan sekitar.

Sampai pada suatu ketika, ibu mengunjungi orang tuanya di lain propinsi, ibu berangkat dengan anaknya menggunakan kereta Api sementara bapak tidak ikut karena tidak dapat cuti. Ibu pergi sekitar lima hari.

Pagi hari sesuai dengan tugasku sehari-hari, aku mengepel ruangan, sengaja kulepas bh dan celana dalamku, aku hanya mengenakan daster saja tanpa dalaman. Kulihat kamar majikanku masih tertutup pintunya, kuketuk pintu dengan maksud ingin mengepel kamar majikanku.

Kemudian bapak membukakan pintu, aku masuk dan langsung mengepel, sementara bapak masuk kekamar mandi yang terletak juga di lama kamar majikanku. Sengaja agak berlama-lama mengepel dengan maksud memancing reaksi bapak, kutarik dasterku lebih agak ke atas, sehingga kedua pahaku terlihat jelas.

Pancinganku mengena, bapak keluar dari dalam kamar mandi dan mengomentariku bahwa pahaku tampak putih mulus, kubalikkan badan sengaja menghadap ke arah bapak, dengan posisiku mengepel akan terlihat jelas kedua payudaraku yang tak tertutup beha.

Bapak tersenyum menghampiriku dan berkata bila aku sengaja memancing dirinya, kubalas senyuman bapak dengan berkata memang aku sengaja, karena aku ingin disetubuhi bapak lagi. Kulihat bapak menurunkan sarungnya, yang ternyata juga tidak mengenakan celana dalam, terlihat kemaluan bapak sudah berdiri tegang.

Setelah pamit untuk mencuci tanganku, kuhampiri bapak, aku elus kemaluan itu, bapak duduk ditepi tempat tidur, sementara aku jongok di antara kedua paha bapak, perlahan tapi pasti, kemaluan bapak aku cium dan kumasukkan kedalam mulutku.
Terdengar desisan bapak, sementara tangan kiriku menyentuh kemaluanku, ternyata sudah basah, terus kuelus perlahan kemaluanku.Domino99

Bapak merengkuh bahuku, menarik supaya aku berdiri, dan memposisikan aku jongkok di atas kemaluan bapak. Dengan perlahan kuturunkan pantatku dan dibantu dengan tangan bapak untuk mengarahkan kemaluannya menuju lobang kemaluanku, pertama agak susah untuk masukkan kemaluan bapak, kucoba memasukkannya sedikit demi sedikit.

Setelah posisi dan kedalaman kemaluan bapak sudah pas, mulailah kuturun-naikan pantatku, tangan bapak tidak tinggal diam, diarihnya dasterku untuk dilepas, kemudian diremas-remaslah kedua payudaraku.

Lama-kelamaan aku merasakan sengatan yang luar biasa, kupercepat goyanganku, kugesek-gesek kemaluanku, dan tak lama kemudian aku tak sanggup lagi menahan kebelet pipisku, kupeluk bapak dengan posisi masih tertancap kemaluan bapak, jebolah pertahananku, aku kebanjiran lagi.

Kami bertukar posisi, aku sekarang di bawah, ditepi ranjang, sedang bapak berdiri di sisi ranjang, Sebelum bapak memasukkan kemaluannya dia bertanya kapan aku mens, kujawab kira-kira lima hari lagi aku mens.

Setelah tahu jawabanku, bapak segera mengangkat kedua kakiku dan perlahan memasukkan kemaluannya kedalam kemaluanku, digoyangkannya pantat bapak maju-mundur, sensasi kemasukan kemaluan bapak di dalam kemaluanku terulang lagi, aku merasa terangsang lagi, kubantu dengan menggoyangkan pantatku.

Aku klimaks lagi, tetapi bapak mengajak untuk bersama-sama karena beliau juga sudah hampir. setelah beberapa saat kutahan, akhirnya jebol lagi pertahananku, kulihat hampir bersamaan pertahanan bapak juga jebol, akhirnya kami dapat mencapai klimaks secara bersamaan.

Lama posisi kemaluan bapak tertancap dalam kemaluanku, akupun tidak dapat berbuat apa-apa karena nikmat, setelah beberapa saat kami terdiam, baru dicabutlah kemaluan bapak. Kami berdua mandi bersama layaknya suami istri.

Aku bilang kepada bapak bila aku sayang kepadanya, dijawab dengan senyuman bapak. Setiap hari semenjak kepergian ibu, kami selalu memadu kasih, tetapi jelas setelah bapak kembali dari kantor. Kadang di kamarku, di kamar bapak, di dapur, di ruang belakang, bahkan pernah di garasi dan di dalam mobil. Hatiku senang, tentram, hingga ibu pulang dari luar kota.

Hingga suatu malam aku tidak dapat tidur, udara sangat panas sehingga membuatku kegerahan, kucopot beha dan celana dalamku, hingga hanya memakai daster saja, kondisi seperti ini membuat aku menjadi terangsang.

Kugosok-gosok kemaluanku dan kuraba-raba payudaraku sambil membayangkan kejadian-kejadian yang kulalui bersama majikan laki-lakiku. Tiba-tiba aku mendengar suara desahan dari kamar tidur majikanku, aku keluar dan jongkok di bawah jendela mendengarkan desahan-desahan nikmat kedua majikanku, letak kamar majikanku tidak jauh dar kamarku, hanya dibatasi oleh gudang.

Aku terdiam mendengarkan kegiatan di dalam kamar majikanku, kutaksir posisi ibu di atas tubuh bapak. Suara-suara itu membuat tegang seluruh tubuhku, kuraba selangkanganku dengan tangan kanan, sementara tangan kiriku meremas payudaraku.

Aku terhanyut, mataku terpejam membayangkan kenikmatan itu, tanpa terasa gosokan tangan kanan di kemaluanku semakin cepat, dan jari tengahku sudah masuk kedalam kehangatan kemaluanku, terasa melayang diriku.

Tak lama datanglah klimaks, posisiku sudah selonjor kenikmatan, sementara suara-suara di dalam kamar juga tambah seru, tak lama kudengar bapak dan ibu telah mencapai klimaks, kemudian hening.
Aku terhuyung kembali ke kamarku dan berbaring di tempat tidurku, nafasku masih tersenggal, sisa-sisa kenikmatan masih terasa, aku melap kemaluanku dengan celana dalamku. Setelah nafasku teratur, kurasakan hatiku sakit, cemburukah aku. dadaku bergejolak, seakan tidak rela bila kedua majikanku bersetubuh.

Perasaan ini tidak boleh jawab hati kecilku, tetapi perasaanku tidak dapat dibohongi, aku telah jatuh cinta kepada bapak majikanku. Pikiranku bergejolak, antara logika dengan perasaan, yang aku rasa tidak akan mencapai titik temu, bagaimanakah ini?

Akhirnya kuputuskan untuk keluar dari pekerjaanku, semula ibu menahan dengan menjanjikan gajiku dinaikkan, tetapi aku menolak, kukatakan bahwa aku akan mencari pengalaman di tempat lain. Malamnya bapak mengintrogasiku, menanyakan kenapa aku pindah dari keluarga itu.

Aku bilang bila aku mulai menyukai dan mencintai bapak serta tidak rela bila bapak berdua sama ibu, bapak sendiri tidak dapat berbuat apa-apa, kemudian ia mencium pipiku lama sekali, tak terasa menetes air mataku.

Besoknya aku pergi dari rumah itu, bapak memberiku uang tujuh kali gajiku, untuk modal katanya yang pasti tanpa sepengetahuan ibu. Sebetulnya berat hatiku meninggalkan keluarga ini, tetapi hati kecilku memberontak, terhadap orang yang aku sayangi.

Keputusanku sudah bulat, mungkin nanti suatu saat aku mendapatkan jodoh yang juga menyayangiku seperti bapak.


Situs Poker Online Domino 99 BandarQ Paling TOP
Share:

Ku Perkosa TetanggaKu Yang Bohay

BandarQ Domino 99 Domino QQ Poker Online Terbaik Dan Terpercaya

CERITA DEWASA - Perjalanan pulang ke rumahku pada liburan kuliahku waktu itu memang melelahkan.Selain padatnya jalanan akibat musim liburan sekolah, hujan lebat juga terus mengguyur sepanjang perjalanan. Tapi membayangkan hangatnya kamarku membuat aku mampu menembus hujan deras itu di atas motorku. Beberapa jam kemudian sampailah aku di gang rumahku. Gang itu tadinya hanya sebuah kebun, kini berdiri tiga rumah di keun itu. Rumahku, rumah pak Jono di belakang rumahku dan rumah pak Rahman di samping rumahku.Agen Domino 99 Terpercaya
Share:

Janda Yang Montok Dan Menawan

BandarQ Domino 99 Domino QQ Poker Online Terbaik Dan Terpercaya

CERITA DEWASA - Tak terasaa Sudah belasan tahun aqu praktek di kawasan kumuh ibu kota, tepatnya di daerah Pelabuhan Rakyat di Jakarta utara. Pasienku bisa dibilang banyak, tetapi pada kenyataannya rata-rata dari kelas menengah ke bawah. Jadi sekalipun sudah belasan tahun aqu berpraktek dgn jumlah pasien lumayan, aqu tetap saja tak berani membina rumah tangga, mungkin karena aqu benar-benar ingin memberi kebahagiaan untuk pasanganku, jika aqu memilikinya kelak, dan dalam pikiranku, kebahagiaan dapat dgn mudah dicapai jika kantongku tebal, simpananku banyak di bank dan rumahku besar.Agen Domino 99 Terpercaya
Share:

IBU KOST HYPERSEKS


CERITA DEWASA - Zaki telah tinggal di rumah kos Lily selama hampir setahun. Bisa menginap di rumah kos ini awalnya sengaja menemui bu Lily di pasaran. Saat itu Lily Lily buff, teriak trus dan kebetulan Zaki yang membantu membantu pickpocket dan mengembalikan dompet Lily bu. Lalu mengobrol sebentar, kebetulan Zaki lagi mencari rumah kos baru dan bu Lily bilang dia punya rumah kos atau bisa bilang rumah sewaannya disewa, nah deh deh deh deh nih tinggal di kos-an bu Lily.Agen Domino 99 Terpercaya

Nyonya Lily cukup baik melawan Zaki, bahkan juga bagus, karena sampai saat ini Zaki telah terlambat membayar kontrak rumah 3 bulan, dan bu Lily tetap keren-aja adja. Mungkin masih ingat pertolongan saat itu. Tapi itu Zaki yang tidak bagus, tapi mau bagaimana, lha emang duit lagi seret. Zaki akhirnya kabur untuk bertemu langsung dengan Lily bu.

Sampai suatu hari …… masih sore jam 4. Zaki masih tidur dengan malas di kamarnya. Tempat kos adalah kamar tidur dan kamar mandi di dalamnya. Mendengar pintunya di ketok … tok .. besok .. besok .. lalu bu suara bu bernama Lily, “zack … zaki … ada di dalem bukan?” Tiba-tiba Zaki bangun, wah bisa berabe kalo nanyain menyewa kamar nie, pikir Zaki. Cepat meraih handuk, berpura-pura mandi ah, ntar juga bu Lily pergi sendiri. Setelah masuk kamar mandi lagi terdengar bu bu Lily, “Zaki lagi tidur ya ..?” Dan dari kamar mandi Zaki menjawab sedikit teriak, “lagi kelelawar bu …”.

Sejenak tidak ada jawaban, tapi kemudian suara bu Lily begitu dekat, “iya saya sudah mandi dulu Zack, ibu tunggu disini ya …” eh itu masuk ke ruangan, Zaki tidak mengunci pintu. “Busyet dah, terpaksa benar-benar harus mandi nie,” pikir Zaki.

Kira-kira lima belas menit Zaki di kamar mandi, sengaja mandi agak dilolain dengan maksud agar tau bu bosan bosan tidak begitu menunggu. Tapi sepertinya untung sih Lily bu nampaknya masih menunggu. Akhirnya keluar juga Zaki dari kamar mandi, dengan hanya handuk yang melilit pinggang, jangan pakai celana dalem lagi, ketahuilah bahwa sempet tidak ambil karena terburu-buru.

Nyonya Lily tersenyum manis pada Zaki yang canggung, “untuk waktu yang lama kamu mandi, Zack …” Lily membuka pembicaraan. “Harus bersih kok banginya banget ya …” bu lelucon bu Lily sambil sekilas melirik dada lapangan Zaki. “Ah ibu bisa aja … biasa aja kok bu .., oia apa bu ya ..?” Dia membalas Zaki saat dia duduk di tepi ranjang. Ibu Lily mendekat dan duduk di samping Zaki, “Hanya mau ngingetin aja, sewa kamarmu akhir 3 bulan lho … kalau begitu silahkan ngobrol aja sama sama kamu, ngobrol banget banget banget, kamu sie go mlulu …” kata bu Lily. . Zaki sangat canggung, “wahduh … kalau uang sewa ntar saya bayar cicil mungkin tidak bu? Karena lagi nie menyeret …” jawab Zaki dengan sedikit mengemis.

Miss Lily terlihat sedikit berpikir … “mmmm … mungkin deh, tapi jangan lama ya … emang uang kamu pakai untuk apa sie?” Tampak bu Lily sedikit menyelidik. “Hmmm … pasti buat nona kamu ya …” dia terlihat kurang senang.

“Ah tidak terlalu kok bu … .. aku emang lagi gak perlu,” jawab Zaki dengan hati-hati melihat wajah bu Lily yang kurang senang.

“Huh … orang yang sama aja, kalau ada yang ada keinginannya, apa aja yang harus jatuh cinta dengan wanita yang ada disebelahnya, hhhh … baru aja dengan suamiku ….” keluh bu Lily dengan Nada jengkel

Waduh nampak bu Lily lagi marahan nie bersama suaminya, jangan sampai kemarahannya tumpah juga sama Zaki. Zaki cepat menjawab, “tapi saya berjanji, saya akan melunasinya …”

“Hhhhh …” bu Lily menghela nafas, “Zack sudah, tidak apa-apa, tidak bayar juga buat kamu ga masalah … ibu lagi kesel aja dengan suami saya, dia sama perhatiannya Marni lanjutkan … aku suka tidak Dipikirkan lagi, Karena Marni jauh lebih muda ya. ”

Sedikit penjelasan bahwa bu Lily adalah istri pertama Pak Kardi, sementara istri keduanya bu Marni. Dan sekarang sepertinya Pak Kardi lebih sering tinggal di rumahnya yang lain bersama bu Marni dan bu Lily sepertinya sudah mulai ngejar kesepian.

“Wah kalo sie masalah keluarga saya gak mengerti bu ….” jawab Zaki canggung

“Tidak ada Zack, ibu hanya mau ngomong aja dengan kamu … bisakah itu Zack?” Lily bu suara buzz Sedikit sunyi, suara bernafas bu Lily terasa berat, dan sedikit sesunggukan, waduh panjang bisa menangis nie, serius dong pikirkan Zaki.

“Sudah bu tidak terlalu dipikirkan, nanti juga pak Kardi kembali lagi kok, ibu juga tak kalah cantik seperti bu bu Marni,” Zaki berniat menghibur.

“Ah kamu Zack … ibu emang masih cantik kayaknya?” Bu Lily tampak masam pada Zaki, melihat dua butir air mata mengalir di pipinya. Uhh …. Ingin merasa seperti Zaki mengusap air mata, Pak Kardi emang keterlaluan wanita cantik nan cantik seperti itu, coba Zaki bisa melakukan sesuatu … sibuk … Zaki mengutuk di hati … ” Kenapa otak gwa gini begitu kotor. ”

Dengan sedikit gugup Zaki menjawab, “mmm … eee … iya kok bu, ibu masih cantik, kalau masih cewek mungkin aku pertama kali tergoda.” Uupsss …. Niat hati untuk menghibur, tapi mengapa kata-kata menggoda yang keluar dari mulut … menggerutu Zaki di hati. Zaki panik, jangan bu Lily marah dengan kata-kata Zaki. Tapi ternyata Zaki salah, karena bu Lily tersenyum, manis dengan deretan gigi yang putih dan rapi, “ih Zaki bisa aja menghibur …. Iya, sie juga, kalau masih cewek bisa dicobai, pantes aja saya. Suami tidak ngelirik saya lagi, busnya dah dah sie … “Buzzy face bu Lily berubah sedih lagi,” kalau kamu pikir Zack, apa emang ibu gak menarik lagi …? “Berdiri dan melihat tubuhnya lalu menatap Zaki untuk penghakiman. Cahaya Zaki lebih kikuk, “nah aku mau bilang apa ya bu …? Takut nanti bilang lancang kau tahu … tapi kalau mau jujur …. itu ibu yang cantik, seperti kamu masih melakukan .

Bu Lily nampak senang dengan pujiannya, “hmmm .. kamu disana-aja aja … ibuku sudah 43 lho .. emang zaki tanah liat dari mananya bisa bilang begitu?”

Zaki jadi cengir nyengir, “…. itu penilaian pria lho bu, aku malu untuk bilang padanya.”

Nyonya Lily sedang duduk dekat, sekarang sangat dekat hampir dekat dengan Zaki sambil berkata, “ah .. tidak perlu dipermalukan …. katakan saja …”

Nafas Zaki terasa sesak, tubuhnya terasa panas dan dingin dengan mata Lily, mata indah dengan bulu mata, sesaat kemudian Zaki berpaling ke tubuh Lily mencari alasan untuk penilaian, uak baru Zaki deh memperhatikan bahwa bu Lily mengenakan pakaian seperti Daster tapi Dengan lengan berbentuk tali dan mengikat simpul di bahunya. Hmmm .. kulitnya langsat kuning mulus dengan tali dan tali bra yang tumpang tindih di bahu masing-masing, mata Zaki bergeser ke depan uupss … lihat belahan hmm … sepertinya payudaranya cukup besar. Sentuhan lembut tangan Lily pada paha Zaki yang masih terbungkus handuk dengan cepat mengingatkan Zaki. Dengan penyelidikan penuh bu Lily bertanya, “Kenapa … kenapa begitu bodoh sie ..? Apa dong alasannya bilang ibu masih 30an …”

Zaki tergagap sedikit karena merasa terlalu lama melihat tubuh bu Lily, “mmm … eeemm .. ibu banget sih cantik, kulitnya masih kencang … masih sangat menggoda …”

Tidak ada jawaban dari mulut Mrs. Lily, hanya mata yang saling bentak, saling menatap sebentar … dan seperti magnet yang kuat, wajah Lily semakin dekat, dengan bibirnya semakin buram. Zaki juga sepertinya membawa atmosfer, dan tanpa perintah lagi, Zaki menyambut Lily merah lil bu, nafas mulai terasa berat hhhh … hhhh … ciuman terus tumbuh luar biasa, bu Lily terjebak lidahnya masuk ke dalam Mulut Zaki, dan membalas dengan lidah lidah Zaki yang bengkok lalu nafas lebih berat rasanya.

Dengan naluri alami, tangan Zaki merayap naik ke bahu Lily, dengan tarikan tunggal, melonggarkan tali pengikat di bahu dan dengan lembut mengetuk bahunya ke lehernya. Lalu turun ke dada, dengan lembut memeras Zaki meremas payudara yang masih terbungkus bra. “Hhhhh … hhhh” nafas bu Lily mulai merasa bergairah, nampaknya gairahnya mulai memuncak nafsu. Jari-jari Lily bu Lily tidak ketinggalan menyentuh dan membelai dada Zaki dengan lembut … mengitari pinggang Zaki, mencari penutup handuk, hendak membukanya …

Uupps …. Zaki tersentak dan sadar …., “Ups … hhh … maaf bu … maaf bu … aku terbawa …” Zaki membungkuk tak berani melihat bu Lily sementara Merapikan handuknya, lalu dengan sedikit ketakutan melihat ke arah bu Lily.

Terlihat bu Lily sedikit tersentak, tapi tidak berusaha merapikan bajunya, sehingga bagian atas tubuh yang baru saja menutup bra dibiarkan terbuka. Pemandangan yang menakjubkan “Kenapa Zack … kita sudah memulainya … dan kamu telah membangkitkan semangat lama dari ibu yang dikubur … kamu harus menyelesaikannya Zack …” Lily tampak terbelalak …
“Mmm … ibu tidak marah .. bagaimana kalau nanti ada yang terlihat bu … bisa serius dong … pak Cardi juga bisa marah bu …” jawab Zaki.

Tanpa menjawab bu Lily bangkit berdiri, tapi karena tidak merapikan bajunya, gaun otomatis yang dikenakannya jadi jatuh ke lantai. Zaki tertegun melihat tubuh yang indah, sedikit gemuk di perut dan pantat tapi bahkan menambah lekuk tubuh seksi Lily. Lalu pelan bu Lily melangkah menuju pintu kamar dan menguncinya. Saat ia membelakangi Zaki, gerakan pantatnya naik turun, dan perasaan Zaki menegang dengan nafsu yang semakin tak tertahankan, begitu juga saat Lily berbalik dan berjalan kembali ke tempat tidur, Zaki tidak melepaskan gerakan Lily. Sampai bu Lily berdiri dekat di depan Zaki dan berkata, “kamarnya sudah berada di kunci Zack, dan tidak ada yang akan mengganggu ….”

Zaki tidak segera menjawab, menyalakan rekaman itu dengan suara yang agak besar, setidaknya untuk menyamarkan suara di ruangan itu. Miss Lily duduk di tepi ranjang lagi, dan membuka bra yang dia gunakan. Zaki mendekat dan duduk di sebelah bu Lily … hmmm … sepertinya payudara masih montok dan kenyal, ingin Zaki langsung melahap mulutnya dan menjilatnya.Domino99

Bu Lily yang memulai gerakan dengan membungkus lengannya di leher Zaki, menarik sebuah wajah dan langsung menghancurkan bibir Zaki dengan semangat yang membara. Zaki membalas dengan tidak kalah sengitnya, sembari melayani lili dan lidahnya menyerang Lily, tangan Zaki meremas payudara gemuk Lily. Napas bernafas mengaum di sekitar ruangan, diselingi dengan musik menambah gairah. Setelah beberapa saat, Lily mendengungkan tubuh Zaki dengan lembut, mengakhiri pertempuran mulut dan lidah, dengan napas yang keras. Zaki mendorong lembut tubuh Lily, berbaring telentang dengan kaki terayun di tepi ranjang. Dada penuh gunung berapi kembar itu menantang dengan puting susu yang tegang. Tanpa menunggu lagi Zaki melakukan tugasnya menjelajahi gunung kembar dari lembah perantara, berputar-putar dan mengarah ke bagian atas puting susu. Zaki mengisap dan memainkan putingnya saat dia meremas kembarannya ………………… “HHHH …. AHHH … .MMMH …” berdengung Suara Lily yang berdengung, mendesah nikmat yang menyenangkan. Zaki melanjutkan eksplorasi dengan menyusuri lembah payudara ke perut dan sebentar memainkan lidah pada udel bu Lily yang menggelinjang kelelian.

Zaki menghentikan eksplorasi lidahnya, lalu dengan tangkas menarik celana dalamnya, melepaskannya dan melemparkannya ke lantai. Dengan spontan bu Lily mengangkat kakinya ke atas tempat tidur dan melebar pahanya yang lebar, terlihat gundukan vagina dengan rambut tertata rapi. Zaki memulai kembali aksi tersebut dengan menjilati paha bu Lily dengan mulus mulus, terus mendekat ke selangkangan untuk memenuhi bibir vagina mulai melepaskan hubungan seks yang cair. Tanpa menunggu lama, Zaki menyapu hubungan intim dengan lidahnya dan melanjutkan eksplorasi lidahnya di sepanjang bibirnya dan sesekali menggetarkan lidahnya ke klitorisnya yang membuat Lily mengerang, “AHHHH …. MMMMH … HHH .. Zack … .HH … “Nafsu nafsu yang memuncak dari bu Lily membuat Zaki lebih bergairah dan sesekali lidah di tangkai mencoba masuk ke dalam persetubuhan yang menanti pemenuhan.

Setelah beberapa menit Zaki menjelajahi lubang feminin, nampaknya Lily tidak sabar untuk memenuhi keinginannya yang penuh gairah, “Zack …. Ayo sayang … masuklah ke Zack … hhhh … mmmmh.” Suara Bu Lily ditingkahi semakin cepat mendesah.

Zaki dengan tenang menyelesaikan eksplorasi lidahnya dan bersiap menghadapi pertempuran yang sesungguhnya. Dengan satu tarik dari handuk yang dililitkan di sekitar pinggang dan bebas mengangkat penis dengan kepala mengkilap merah. Bu Lily semakin membuka pahanya, disamping menunggu pemenuhan liang. Zaki memanjat ke tempat tidur dan langsung mengarahkan batang penis ke arah vagina bu Lily yang langsung menyambar dan meremas batang kemaluan Zaki dan membantunya langsung masuk ke vagina.

Dengan satu dorongan penis Zaki roboh setengahnya. Zaki menahan gerakan sejenak untuk menikmati prosesi pemasukan penis yang disambut oleh buzz buzz Lily, “AHHH … .FACK ZACK …. .HHH.” Kemudian dengan menyerap masuknya penis ke terdalam. Setelah impuls pertama dan ayam yang masuk sepenuhnya maka Zaki memompa pantatnya dengan irama ireguler seolah mengikuti ritme musik yang terasa lebih panas dan panas.

Zaki bertumpu pada kedua siku sementara Lily memegang punggung Zaki, menembus dorongan dan tarikan penis yang bergerak dengan hati-hati di lubang senggamanya. Suara desahan bercampur dengan musik dan keringat mulai mencurahkan seluruh tubuh, “AH..AH..AH..MMH … MHH … HHHH.” Senyuman tak henti-hentinya meluncur dari bibir Zaki dan bu Lily. Sejenak Zaki menghentikan gerakan itu untuk mencoba menarik nafas segar, pelampung Lily Zaki dan berguling tanpa mengeluarkan penis yang tertinggal di vagina. Dengan posisi di atas dan setengah jongkok, bu Lily memompa dan mengangkat pantatnya dengan tubuh beristirahat di lengan. Sesekali bu Lily memutar pantatnya dan kemudian memasukkan kulit kepala Zaki lebih dalam lagi. Zaki tidak mengatakan apa-apa, tangan meremas kedua payudara yang menggantung puting bebas dan menarik bu Lily. Suasana terbakar dengan keringat yang berputar-putar, sampai saat Lily bu tidak mampu melanjutkan pompaan karena nafsu yang ingin mencapai puncak pemenuhan. Zaki dengan cepat membalikkan posisi, bu Lily kembali dibawah, mempercepat tempo dorongan Zaki melanjutkan pertarungan. “Zack … AHH..AH..AH..UH … KEEP ZACK …. AHHH … AHH IBU SAMPAI … ZACK … .AHHHHHHHHH … MMMMMHHH.” Setelah menangis tersangkut Bu Lily menutup bibirnya untuk menikmati orgasme yang didapat, tubuhnya sedikit gemetar. Zaki merasa bahwa vagina yang mengalami orgasme itu berkedut seperti menghisap zakarnya.Zaki menikmatinya dengan memutar pantatnya dan memasukkan lebih dalam ke kopernya, dan merasakan ada dorongan kuat menyelimuti kopernya, semakin besar dan sesaat Zaki mendorong kembali Trunk dengan cepat dan ketika Last mengeluarkan batangnya jakarnya dan melepaskan air maninya di perut Lily …. Yang dengan cepat meraih penis Zaki dan mengguncangnya sampai air mani berhenti menyembur, dengan lembut membelai Lily yang menyeka penis yang mulai terjatuh dari ketegangannya. . Zaki membaringkannya di samping Lily. Diam sebentar.

Nona Lily duduk untuk meraih kain itu di tepi ranjang dan menyeka air mani terakhir di perutnya. Lalu manja terbaring di atas Zaki. “Terima kasih ya sayang … ini rahasia kami berdua … aku cinta kamu Zack,” bisik bu cinta Lily di telinga Zaki.

“Mmm … baik bu …” belum sempat Zaki menyelesaikan kata-katanya, jari bu Lily berdengung ke bibirnya, “kalau lagi gini sama sekali tidak pangil ibu dong …” kata bu Lily manja.

“Ya sayang ….” balas Zaki, senyuman manis lenyap di lil bu Lily.

Setelah itu dengan cepat Zaki dan bu Lily merapikan pakaiannya, dan sebelum meninggalkan Zaki, bu Lily berbisik sayang, “sayang … tar malem suamiku tidak di rumah … .. aku tunggu di kamar ya … bagaimana Banyak ronde yang dilakoni untuk Zaki sayang. ” Merangkul intim, Zaki melakukan undangan Lily.


Situs Poker Online Domino 99 BandarQ Paling TOP

Share:

DENGAN PENJAGA POS


CERITA DEWASA - Hallo, namaku Lilian. Saya ingin menceritakan pengalaman saya beberapa waktu yang lalu. Saya adalah seorang wanita yang memiliki pengalaman yang dalam hal ini kecanduan kebiasaan melakukan (oral sex to male genitalia). Sudah lama sekali sejak saya mengisap alat kelamin pria. Saat itu saya berumur 16 tahun. Dan setelah kejadian itu, aku memiliki 2 lagi kejantanan pria untukku sepong. Saya sama sekali tidak puas dengan keinginan saya yang tidak terpenuhi untuk menyedot alat kelamin laki-laki. Masalahnya saya sering dipingit orang tua, apalagi ditambah dengan lingkungan sekolah saya yaitu cewek sekolah khusus. Jadi saya sering sakaw (charge) alat kelamin laki-laki. Suatu malam, saya benar-benar tidak tahan lagi. Buku porno dan VCD tidak bisa memuaskan saya. Bahkan saat saya masturbasi saya masih merasa kurang puas.Agen Domino 99 Terpercaya

Saya yang setelah masturbasi, membuka jendela kamar saya yang berada di lantai 2 rumah saya. Saat itu pukul 11.30. Saya melihat jalan di depan rumah sangat sepi. Tiba-tiba ide gila saya dimulai lagi. Aku ceroboh, diam-diam keluar rumah tanpa pengetahuan siapa pun di rumah karena semua sudah di tempat tidur. Aku putus asa untuk melompat pagar dengan harapan seorang pria atau pria yang melihat dan memperkosa saya. Apapun asal aku bisa mengisap kemaluannya.

Di kompleks itu saya sangat pendiam pada saat itu. Saya juga sedikit menyesal, mengapa saya tidak keluar sedikit terlambat di sore hari. Saat itu agak dingin malam itu atau mungkin karena saya tidak mengenakan pakaian apapun. Di ujung jalan, saya masih melihat Mas Agus, penanak nasi goreng saya yang masih berjual beli. Aku langsung menyapanya.
“Mas Agus, nasi goreng dong …” aku memohon.
“Kenapa, mbak Lili .. apa yang terjadi dengan malam-malam ini masih di luar? Anda tidak bisa melakukan hal lain …” katanya, takjub melihat saya tanpa sehelai benang pun di tubuh.
“Abis panas sih, Mas, bagaimana tumben masih jual ..?”
Mas Agus tidak menjawab. Tapi aku tahu matanya tak bisa lepas dari dadaku yang putih tak berdosa.
“Ngeliatin apa mas ..?” Saya bertanya.
“Ah guns …” katanya gugup.
Lalu mas Agus menyiapkan penggorengan untuk memasak nasi goreng pesanan saya. Saya melihat celananya, saya tahu bahwa batang ayam jantannya menjadi lebih besar dan tegang. Karena saya tidak tahan mengisap kemaluannya lebih cepat, saya juga sangat putus asa. Aku berjongkok saat aku membuka ritsletingnya dan mengeluarkan tangkai dari CD-nya. Jangan gunakan basa-basi, saya memasukkan alat vital mas Agus ke dalam mulut saya. Aku menjilat untuk sementara dan kemudian mengisap dengan bibirku. Saya yakin mas Agus merasa senang karena tidak ada yang cocok, seperti mendapat rejeki nomplok. Tak hanya itu, saya juga menjilat dua butir mas mas Agus. Ini sedikit bau, tapi saya sangat menikmati maskulinitas Agus yang sekarang dia mulai mengatakan, “Mmmh … mmmh … uhhh …”

Kira-kira 15 menit aku sedang menikmati kemaluannya mas Agus, tiba-tiba mas Agus menyuruhku berdiri. Dia menjatuhkan celananya dan melepaskan dirinya dan menyuruhku berbalik. Sekarang saya kembali ke mas Agus. Mas Agus berjongkok dan menjilati alat kelaminku. Saya langsung merasa sangat senang. Hanya sebentar saja dia melakukan itu. Lalu dia berdiri lagi dan memasukkan batang kedewasaannya ke dalam rongga hubungan saya. Kami berdua melakukan hubungan seks sambil berdiri. Saya melakukannya sambil memegang gerobak nasi gorengnya. Aku sudah benar-benar merasakan kenyamanan.

“Uuuh … akkhh … akkh … akhhh …” aku menjerit kegilaan, untungnya tidak ada yang mendengarnya.
“Mas, kalau sudah mau keluar, bilang iya …” aku memohon.
“Anda ingin keluar …” jawabnya.
Segera saya melepaskan tangkai kejantanannya dari vagina saya dan berjongkok di depan ayam tegaknya. Tapi setelah saya tunggu beberapa detik, air mani tidak keluar. Saya dipaksa untuk menggoyang dan mengisap lagi batang maskulinitasnya, saya menjilat, dan saya menggigit gigitan kecil itu. Setelah itu sudah saatnya saya menerima upah yang selama ini saya tunggu-tunggu, yaitu air mani yang lezat.
“Crot .. crot .. crot …” semua yang saya minum seperti orang haus.
Segera saya menelan dan membersihkan kedewasaan dari air mani yang tersisa.

Cerita Seks – Bertepatan dengan itu, 2 orang lewat di depan kita. Ternyata mereka adalah bapak yang tinggal di kompleks ini yaitu meronda.
“Kenapa, Agus mas lebih ngapain ..?” Kata seorang ayah di sana.
“Ah pak pak … mmm … ini mbak Lily …” jawab mas agung malu-malu.
“Om, saya selesai ‘gituan’ sama mas Agus …” jawab saya sangat putus asa dengan harapan kedua ayah ini juga ingin memperkosa saya seperti yang telah saya lakukan dengan pengecualian nasi goreng.
Mereka tercengang mendengar pengakuan saya.
“Saudara perempuan ini tinggal di mana?” Tanya salah satu dari mereka
“Di sana, di blok F.” Saya membalas.
“Pulanglah malam ini ..!”
Dan saya diseret pulang. Saya takut mati karena jika saya dibawa pulang, itu akan tertangkap oleh orang tua dan saya akan digantung hidup-hidup.

Di tengah jalan, saya berani bilang kepada mereka, “Om, mau nyusu gun ..?”
“Jangan main-main denganmu …”
“Ayo Om …. aku tau sih, Om juga mau ngewe sama aku ..?”
Mendengar itu, Om langsung terangsang berat. Saya langsung mengambil kesempatan untuk meraba-raba batang kedewasaan tegas.
“Ayo dong dong … aku benar-benar ingin tahu …” kataku lagi untuk menaklukkan niatku.
Ayah yang lain langsung setuju dan berkata, “Ya, kita bawa ke pos patroli pakm Karim …” dan Pak Karim setuju.

Sesampainya di sana, masih ada 3 orang lagi yang menunggu di sana, termasuk bang Parli, hansip di komplekku. Saya sangat senang, bayangkan saya akan mendapatkan 6 batang maskulinitas dalam semalam. Gila … untung aku malam itu Setelah kami bertiga mengobrol sebentar tentang kejadian antara saya dan Agus mas, saya langsung memberanikan diri untuk menawarkan kesempatan emas ini kepada mereka, “Sebenarnya saya ingin benar-benar merasakan barang dari ayah ini …”
Mereka segera terlihat bergairah dan terangsang mendengar kata-kataku, dan aku tahu tentang itu jeas. Saya menyuruh mereka melepas celana dan CD mereka sendiri dan duduk di bangku cadangan. Mereka berbaris seperti menunggu dokter. Kambing kemaluan mereka juga bagus. Saya langsung mulai dengan batang virility yang paling tepat, senjata keperknya bang Parli. Saya tersedot, saya menggigit gigitan kecil, saya kocok di mulut saya, dan saya menjilat seluruh batang dan memasukkan telurnya. Begitu juga yang kedua, ketiga, keempat, dan terakhir, Pak Karim.Domino99

Setelah selesai, saya masih belum puas jika saya belum minum air mani mereka. Lalu aku duduk di batang kedewasaan bangnya Parli untuk masuk ke dalam liangku. Aku mengocoknya di vagina saya. Sementara itu, Pak Karim dan satu ayah lainnya menjilat dan mengisap putingku, sementara dua ayah lainnya menunggu giliran mereka. 10 menit setelah itu, saya setengah pingsan, yang mendorong lubang hubungan intim saya, siapa saja yang mengisap payudara saya, tangkapan kejam siapa pun saya, betapa keras jeritan saya dan berapa kali saya keluar untuk orgasme. Ada juga saat sebuah senjata machismo masuk ke dalam lubang vagina saya, sementara satu senjata lagi masuk ke anus saya saat saya mengisap 3 pubes secara bergantian. Aku tidak sadar lagi. Karena kenikmatan itu terasa sangat tak tertahankan.

Untungnya mereka tidak mengeluarkan air mani di lubang feminin saya, kalau tidak saya bisa hamil … oke .. dong ..! Selain itu saya berniat untuk meminum semua air mani mereka. Akhirnya saat aku menunggunya, saat itulah aku berjongkok di depan mereka dan mereka mengelilingi mukaku sambil menyeret barang mereka. Sesekali saya masih mengisap dan menyedot kelima tangkai dengan lembut.
Akhirnya, “Crot … crot … crot … crot …. Crot …” malamku seperti mandi air mani. Saya merasa sangat puas.

Kembali ke rumah, saya diantar bang Parli, si Hansip. Ketika saya sampai di rumah saya, sekali lagi bang parli membuka ritsleting dan menusuk batang kedewasaannya ke dalam lubang hubungan intim saya. Saya melakukannya sambil nungging sambil memegang pagar depan rumah saya. Selama 10 menit saya dan bang parli melakukan coitus di depan pagar saya. Air mani sekarang dipaksa keluar di punggungku. Saya tidak menyesal karena air mani kali ini tidak terlalu banyak. Aku melompati pagar lagi, dan memasuki ruangan dengan tenang. Tiba di ruangan itu jam 3 lebih. Seluruh tubuh saya malam berbau sperma. Saya pergi tidur tanpa mandi dulu karena saya harus pergi ke sekolah besok. Saya yakin mereka semua akan tutup mulut karena takut akan istri mereka.


Situs Poker Online Domino 99 BandarQ Paling TOP
Share:

Berebut Cewek Mahasiswi Padang

BandarQ Domino 99 Domino QQ Poker Online Terbaik Dan Terpercaya

CERITA DEWASA - saya seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Panggil saja saya Borris. ini merupakan kisah nyata saya yang sampai saat ini masih berlangsung meskipun saya akui saya jenuh dan ingin mencari pengalaman lain dengan wanita yang berbeda pula.
Share:

Services

Visitor

Flag Counter

Popular Posts

Search This Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Recent Posts