Cerita Seks 2016 Perih Tetapi Nikmat


ONEBETQQ CERITA DEWASA - Kenali nama gue Tika kata teman gue disekolah gue cantik karena keturunan indo gue baru lululs SMU dan cerita kali ini saat gue masih duduk di kelas 1 SMU, hari itu memang belum ada pelajaran karena baru masuk sekolah jadi tahap pengenalan sekolah dan guru guru, aku beruntung dan tak terbayangkan olehku karena gue masuk ke sekolah favorit di kotaku.Agen Domino 99 Terpercaya

Diantara teman2 baruku ada seorang co yg amat menarik perhatianku, sebut saja namanya Riyan. membayangkan wajahnya saja bisa membuatku terangsang. gue sering melguekan masturbasi sambil membayangkan Riyan.

Walaupun sering bermasturbasi tp saat itu akku belum pernah bercinta atau ngentot, bahkan petting jg belum. entah setan apa yg masuk ke dalam otakku hari itu karena gue berencana untuk menyatakan cinta kpd Riyan. maka saat istirahat gue memanggil Riyan,

“yan, gw gk tau gmn ngomongnya…” gue benar2 kalut saat itu ingin mundur tp udah telat.

“yan gw sayang ma elo, lo mau kan jd cowo gw?” gue merasa amat malu saat itu, rasanya seperti ditelanjangi di kelas (paling tidak sampai SEKARANG gue masih memakai seragam lengkap. Riyan hanya tersenyum, “nanti aja ya gw jawabnya pas pulang”.

Selama jam pelajaran pikiranku tak menentu, “gimana kalo Riyan gak mau?” dalam hatiku “pasti gw jd bahan celaan!” berbagai pertanyaan terus mengalir di otakku. untungnya pelajaran belum begitu maksimal. bel pulang pun berdering, jantungku berdegup cepat.

Gue hanya duduk menunggu di bangkuku, gue tidak memiliki keberanian untuk menghampiri Riyan dan menanyakan jawabannya. saat kelas sudah berangsur sepi Riyan menghampiriku

“bentar ya Tik, gw dipanggil bentar” katanya.

gue menunggu sendirian di kelas.

“jangan2 Riyan ingin agar sekolah sepi dan mengajakku bercinta?” kepalgue penuh pertanyaan, hingga gue sama sekali tidak dapat berpikir sehat.

Dalam penantianku tiba2 ada orang datang. gue kecewa karena bukan Riyan yg datang melainkan Fredy dan ardy dari kelas I-3. mereka menghampiriku, Fredy didepanku dan ardy disampingku. perlu diketahui mereka bisa dikatakan sangat jauh dari tampan.

Dengan kulit yg hitam dan badan yg kurus kering, gue rasa akan menyulitkan mereka untuk mendapatkan pacar di sekolah ini.

“lagi nugguin Riyan Tik?” kata Fredy.

“koq tau?” katgue “tadi Riyan cerita.” apa2an nih Riyan pake cerita segala dalam hatiku.

“lo suka ma Riyan ya Tik?” tanya Fredy lagi. gue cuma diam saja.

“koq diem?” kata ardy. “males aja jawabnya” katgue

perasaan bt mulai menjalar tp gue harus menahan karena pikirku ardy dan Fredy adalah teman Riyan.

“koq lo bisa suka ma Riyan sih Tik?” tanya ardy tp kali ini sambil merapatkan duduknya kepada gue dan menaruh tangannya di paha gue.

“Riyan ganteng n gak kurang ajar kayak lo!” sambil menepis tangannya dari paha gue.

“kurang ajar kaya gimana maksud lo?” tanya ardy lag i sambil menaruh tangannya lg di paha gue dan mulai mengelus2nya “ya kayak gini!” jawabku sambil menunjuk tangannya tp tidak menepisnya karena gue mulai terangsang dan berpikir mungkin mereka disuruh Riyan.

“tapi enak kan?” kali ini Fredy ikut bicara. ardy mulai mengelus2 pangkal paha gue. gue pura2 berontak padahal dalam hati gue ingin dia melanjutkannya.

“udah jangan sok berontak” kata Fredy sambil menunjukkan cengiran lebarnya.

Makin lama usapannya membuatku membuka lebar paha gue.

“td bilang kita kurang ajar, eh skarang malah ngangkang.”

“nantangin yah?” kata Fredy. dia menggeser bangku di depan mejgue dan mulai masuk ke kolong mejgue. sekarang ardy berganti mengerjai payudargue, tangan kirinya mengusap payudara kananku sedangkan mulutnya menciumi dan menghisap payudara kiriku sehingga seragamku basah tepat di daerah payudaranya saja.

Fredy yg berada di kolong meja menjilat2 paha sampai pangakal paha gue dan sesekali lidahnya menyentuh memekku yg msh terbungkus cd tipisku yg berwarna putih. perbuatan mereka membuatku menggelinjang dan sesaat membuatku melupakan Riyan.

Ardy melepas kancing kemeja seragamku satu persatu dan kemudian melempar seragam itu entah kemana. merasa kurang puas ia pun melepas dan melempar brgue. lidahnya menari2 di putingku membuatnya menjadi semakin membesar.

“ough dy udah dong, gimana nanti kalo ketauan” katgue

“tenang aja guru dah pada pulang” kata Fredy dari dalam rokku.

Sedangkan ardy terus mengerjai kedua payudargue memilinnya, meremas, memghisap, bahkan sesekali menggigitnya. gue benar2 tak berdaya saat ini, tak berdaya karena nikmat. gue merasakan ada sesuatu yg basah mengenai vagingue, gue rasa Fredy menjilatinya. gue tak dapat melihatnya karena tertutp oleh rokku.

perlguean mereka sungguh membuatku melayang. gue merasa kemaluanku sudah amat basah dan Fredy menarik lepas cdku dan melemparnya juga. ia menyingkap rokku dan terus mnjilati kemaluanku. tak berapa lama gue merasa badanku menegang.

Gue sadar gue akan orgasme. gue merasa amat malu karena menikmati permainan ini. gue melenguuh panjang, setengah berteriak. gue mengalami orgasme di depan 2 orang buruk rupa yg baru gue kenal.

“hahahaha..” mereka tertawa berbarengan. “ternyata lo suka juga yah?” kata ardy sambil tertawa. “jelas lah” sambung Fredy “smp dia kan dulu terkenak pecunnya” kata2 mereka membuat telinggue panas. kemudian mereka mengangkatku dan menelentangkanku di lantai.

Mreka membuka pakainnya “oh..” ini pertama kalinya gue melihat penis secara langsung. biasanya gue hanya melihat di film2 porno. Fredy membuka lebar paha gue dan menaruh kakiku di atas pundaknya. pelan2 ia memasukkan penisnya ke liang senggamgue.

“ough, sakit lik” teriakku “tenang Tik, entar juga lo keenakan” kata Fredy ” ketagihan malah “sambung ardy”

perlahan2 ia mulai menggenjotku, rasanya perih tp nikmat. sementara ardy meraih tanganku dan menuntunnya ke penis miliknya. ia memintgue mengocoknya. Fredy memberi kode kepada ardy, gue tidak mengerti maksudnya.

Ardy mendekatkan penisnya kemulutku dan memintgue mengulumnya. gue mejilatinya sesaat dan kemudian me masukkannya ke mulutku.

“isep kontol gw kuat2 Tik” katanya. gue mulai menghisap dan mengocoknya dgn mulutku. tampaknya ini membuatnya ketagihan. ia memaju mundurkan pingangnya lebih cepat. disaaat bersamaan Fredy menghujamkan penisnya lebih dalam. “mmmffhh” gue ingin berteriak tp terhalang oleh penis ardy.

Rupanya arti dr kode mereka ini, agar gue tak berteriak. gue sadar ke virginanku diambil mereka, oleh orang yg baru beberapa hari gue kenal.

“ternyata masih ada juga nak smp sb yg masih virgin”

“memek ce virgin emang paling enak” kata Fredy. dia menggenjotku semakin liar, dan tanpa sadar goyangan pingulku dan hisapanku terhadap penis ardy jg semakin cepat. tak lama gue orgasme untuk yg kedua kalinya.

Guepun menjadi sangat lemas tp karena goyangan Fredy Fredy semakin liar gue pun juga tetap bergoyang dan meghisap dengan liarnya. tak lama Fredy menarik keluar penisnya dan melenguh panjang disusul deerasnya semprotan maninya ke perutku. ia merasa puas dan menyingkir.

Sudah 45 menit gue menghisap penis ardy tp ia tak kunjung orgasme jg. ia mencabut penis dari mulutku, gue pikir ia akan orgasme tp gue salah. ia telentang dan memintgue naik diatasnya. gue disetubuhi dengan gaya woman on top.

Gue berpegangan pada dadanya agar tidak jatuh, sedangkan ardy leluasa meremas susuku. sekitar 10 menit dengan gaya ini tiba2 Fredy mendorongku dan guepun jatuh menindih ardy. Fredy menyingkap rokku yg selama bergaya woman on top telah jatuh dan menutupi bagian bawahku.
Ia mulai mengorek2 lubang anusku. gue ingin berontak tapi gue tidak ingin saat ini selesai begitu saja. jadi gue biarkan ia mengerjai liang duburku. tak lama gue yg sudah membelakanginya segera ditindah. penisnya masuk ke dalam anusku dengan ganas dan mulai mengaduk2 duburku.

Tubuhku betul2 tersa penuh. gue menikmati keadaan ini. sampai akhirnya ia mulai memasukkan penuh penisnya ke dalam anusku. gue merasakan perih dan nikmat yg tidak karuan. jadilah gue berteriak2 sekeras2nya.

Gue yg kesakitan tdk membuat mereka iba tetapi malah semakin bersemangat menggenjotku. sekitar 15 menit mereka membuatku menjadi daging roti lapis dan akhirnya gue orgasme lagi untuk yg kesekian kalinya. kali ini gue berteriak amat keras dan kemudian jatuh lemas menindih ardy. saat itu penjaga sekolah masuk tanpa gue sadar dan menonton gue yg sedang dikerjai 2 orang biadab ini.

goyangan mereka semakin buas menandakan mereka akan segera orgasme. gue yg sudah lemas hanya bisa pasrah saja menerima semua perlguean ini. tak lama mereka berdua memelukku dan melenguh panjang mereka menyemprotkan maninya di dalam kedua liangku.

Gue dapat merasakan cairan itu mengalir keluar karena memekku tidak cukup menampungnya. mereka mencabut kedua penis mereka. gue yg lemas dan hampir pingsan langsung tersadar begitu mendengar ardy berkata “nih giliran pak maman ngerasain Tika” gue melihat penjaga sekolah itu telah telanjang bulat dan penisnya yg lebih besar dari ardy dan Fredy dengan gagahnya mengangkangiku seakan menginginkan lubang untuk dimasuki.

Ia menuntun penisnya kemulutku untuk kuhisap. gue kewalahan karena ukurannya yg sangat besar. melihat gue kewalahan tampaknya ia berbaik hati mencabutnya. tetapi sekarang ia malah membuatku menungging. ia mengorek2 kemaluanku yang sudah basah sehingga makin lama guepun mengangkat pantatku. gue sungguh tguet ia menyodomiku.

akhirnya gue bisa sedikit lega saat penisnya menyentuh bibir kemaluanku. dua jarinya membuka memekku sedangkan penisnya terus mencoba memasukinya. entah apa yg gue pikirkan, gue menuntun penisnya masuk ke memekku.

Ia pun mulai menggoyangnya perlahan. gue secara tak sadar mengikuti irama dari goyangannya. rokku yag tersinggkap dibuka kancingnya dan dinaikkannya sehingga ia melepas rok abu2ku melalui kepalgue. saat ini gue telah telanjang bulat.

Tangannya meremas payudargue dan terus menggerayangi tubuhku. disaat2 kenikmatan gue tak sengaja menoleh dan melihat Riyan duduk di pojok. dewi teman sebangkuku megoralnya yg lebih mengagetkan ia memegang handycam dan itu menagarah ke diriku.

Gue kesal tp terlalu horny untuk berontak. akhirnya gue hanya menikmati persenggamaan ini sambil direkam oleh orang yg gue sukai.

pak maman semakin ganas meremas dadgue gerakannya pun semakin cepat. tapi entah kenapa dari tadi gue selalu lebih dulu orgasme dibandingkan mereka. gue berteriak panjang dan disusul pak maman yang menjambak rambutku kemudian mencabut penisnya dan menyuruhku meghisapnya.

Ia berteriak tak karuan. menjambakku, meremas2 dadgue sampai akhirnya ia menembakan maninya di mulutku. terdengar entah Fredy, ardy, atau Riyan yang berteriak telan semuanya. gue pun menelannya. mereka meninggalkanku yg telanjang di kelas sendirian.

Setelah mereka pergi gue menangis sambil mencari2 seragamku yg mereka lempar dan berserakan di ruang kelas. gue menemukan brgue telah digunting tepat di bagian putingnya dan gue menemukan cdku di depan kelas telah dirobek2. sehingga gue pulang tanpa cd dan bra yg robek bagian putingnya. di dekat tasku ada sepucuk memo yg bertuliskan

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Services

Visitor

Flag Counter

Popular Posts

Search This Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Recent Posts