KENIKMATAN YANG MEMUASKAN DARI MAMAKU YANG TERSAYANG


Pada dasarnya Keluargaku boleh dibilang berkecukupan, hal ini selain karena kemampuan bisnis mama yang baik, juga orang tua mama memberikan jatah warisan yang banyak kepada anak–anaknya. Jadi untuk urusan finansial, tidak ada masalah yang terlalu berarti bagi kami.

Mamaku, Shella, usianya 31 tahun, keturunan Jakarta dan ada masih darah Jepang dari pihak ayahnya, menikah di usia muda, dengan ayah yang berbeda usia 13 tahunan, karena dijodohkan, dalam hal ini karena adanya hubungan bisnis antara orangtua mama dan papa, kini mama sudah men-janda, bercerai dengan papaku, saat aku berusia 9 tahun. Kakakku Tina, 4 tahun lebih tua dariku, paling disayang sama oma dan opa ku, waktu kakak naik ke kelas 3 SMA diminta oleh oma dan opa ku melanjutkan di Jakarta yang menjadi kediaman mereka.

Kuliahnya pun juga di kota tersebut. Kalau lagi rajin seminggu sekali dia pulang, tapi kalau tidak maka aku dan mama yang ke sana. Adapun mama bercerai dengan papaku, Tommy, seorang pengusaha yang sukses dan memiliki banyak Perusahaan dan bidang bisnis, karena papaku menikahi simpanannya. Mama tidak sudi dimadu Menurutku papaku itu amat sangat bodoh, meninggalkan wanita secantik dan seseksi mamaku.

Aku amat membenci papaku, tidak pernah terlintas untuk memaafkannya. Sewaktu bercerai, papa memberikan rumah mewah dua lantai kepada kami, juga memberikan uang cerai yang amat besar pada mama. Untuk urusan biaya pendidikan, papa akan menanggung semua biaya yang diperlukan. Mama kemudian menggunakan uang tersebut ditambah uang yang mama miliki untuk mendirikan Perusahaan sendiri. Bergerak di bidang jasa, pelayaran, trading dan eksport–import.

Kami kini hidup bertiga saja, untuk urusan rumah tangga, mama memutuskan untuk tidak memakai tenaga pembantu, katanya buat apa, toh tidak terlalu banyak kegiatan yang dilakukan kami bertiga, rumah juga tidak terlalu kotor, untuk urusan mencuci dan setrika mama menggaji mbak Eti yang tinggal di dekat komplek kami. Untuk soal makanan, bisa membeli di luar atau mama yang akan memasak.

Setelah bercerai, mama mencurahkan semua hidupnya untuk kami anak–anaknya, juga untuk mengurus Perusahaan yang dikelolanya. Ternyata otak bisnis mamaku juga oke, dalam waktu singkat Perusahaannya berkembang pesat dan memiliki beberapa anak Perusahaan di dalam dan luar kota. Papaku yang brengsek itu juga suka datang menjenguk anak–anaknya, tapi bagiku tidak ada yang special dan berkesan, ya cuma formalitas saja.

Kami bertiga hidup saling menyayangi, aku mencintai dan menyayangi mama dan kakakku, maklum ini mungkin karena aku merasa sebagai satu–satunya lelaki di rumah. Kehidupan sehari–hari berjalan biasa saja. Saat di rumah, mama tidak terlalu memperhatikan busana, kalau sudah pulang kerja atau saat santai, biasanya pakai daster atau baju tidur yang seksi dan mini. Mama tidak merasa canggung, biasa saja baginya. Kalau sedang ganti baju juga mama sering tidak menutup pintu kamarnya.

Mungkin karena dia pikir toh di rumah hanya ada kami saja, dan akukan juga anaknya. Aku sih senang–senang saja dan tidak merasa aneh, maklum saat itu aku masih lugu. Kadang–kadang juga aku sering tidur di kamar mamaku, tentu saja saat itu tidak ada pikiran yang macam–macam. Mamaku sendiri sangat rajin merawat dirinya, kalau kita lihat, usianya seakan–akan masih seperti Wanita yang berusia 25 tahunan saja, nggak kelihatan kalau anaknya sudah gadis dan perjaka.

Mama rajin melakukan yoga dan senam, juga berenang. Kebetulan di halaman belakang rumah kami dibangun kolam yang tidak terlalu besar, dikelilingi tembok yang lumayan tinggi serta jauh dari tetangga. Mamaku sendiri memiliki wajah yang cantik, Rambut sebahu, tingginya sekitar 165cm, lebih tinggi dari ku 5 Cm, bentuk tubuh yang seksi, perut yang masih rata, terutama dadanya yang sangat besar, yang kemudian aku tahu ternyata berukuran 38.

Teman–teman yang main ke rumah mengatakan mamaku sangat seksi dan mempesona. Kakakku Tina juga sama, mewarisi kecantikan mama, sama–sama berdada besar, walaupun tidak sebesar mama, tapi masih akan berkembang. Sepertinya Wanita di keluarga mama memang memiliki dada yang besar dan aduhai, adik dan kakak mama juga sama.

Singkat cerita, 3 tahun sudah berlalu sejak perceraian sialan tersebut, waktu itu usiaku 14 tahun, baru kelas 3 SMP, saat di mana memasuki masa tegangan tinggi dalam masa puberku. Libido remaja yang gampang naik dan mulai mau tahu lebih jauh mengenai Wanita. Aku mulai sering mengakses situs–situs porno di kamarku, membaca majalah dan buku–buku porno, menonton film–film porno yang amat mudah dibeli.

Apalagi kini kak Tina jarang di rumah, karena bersekolah di kota Jakarta, yah makin seringlah aku sendirian di rumah. Sering saat sedang berkumpul dengan teman–temanku, aku mendengar pengalaman mereka saat melepas keperjakaan, terus terang aku juga penasaran dan ingin sekali melakukan hal yang mereka ceritakan.

Secara keuangan aku bisa dan mampu membayar wanita penghibur, bahkan teman–temanku juga menjanjikan akan membayarkan kalau aku mau, tapi aku tidak mau, karena aku takut dan juga ngeri resiko melakukannya dengan wanita penghibur.

Jujur saja, kalau sedang membuka situs porno atau menonton video bokep, aku paling senang melihat wanita yang sudah dewasa, memiliki dada besar dan memiliki bulu kemaluan yang lebat, apalagi kalau memiliki bulu ketek, ugh….bisa gila aku membayangkannya.

Aku juga mulai menyadari bahwa aku terpesona dan amat menginginkan mamaku, sudah melewati batas sayang anak ke mamanya, sudah bercampur dengan perasaan erotis yang menyenangkan. Bukannya kakakku tidak cantik dan mempesona, tapi bagiku mama adalah sosok Wanita yang sempurna, sudah matang. Wanita dewasa yang kecantikan dan lekuk tubuhnya memancarkan sensasi sensual tersendiri.

Perlahan tapi pasti, gairah dan hasrat di diriku semakin berkobar, aku yang dulu memandang mamaku sebagaimana mestinya, kini mulai melihat mamaku dari sudut pandang seorang pria. Kini aku sering mencuri–curi kesempatan saat mama sedang ganti baju, pura–pura duduk membaca dekat mama kalau mamaku sedang yoga, senam atau berenang. Kini aku mulai sering mengkhayalkan tubuh mama saat aku sedang bermartubasi.

Selain itu aku mempunyai kegiatan baru yaitu mengintip mamaku yang sedang mandi, sebenarnya tidak bisa dibilang mengintip sih, kamar mandi mamaku itu terletak di dalam kamarnya, cukup besar ukurannya, karena di dalamnya ada bath tub, standing shower dan wastafel serta kaca rias yang terpisah dan saat mama mandi pintunya jarang dikunci, Cuma sedikit ditutup saja, sehingga aku cukup melihat dari celah pintu yang terbuka. Tidak puas, suatu hari timbul ideku untuk merekamnya, maka aku siapkan kamera dan dengan hati–hati merekamnya. Wah, hasil rekamannya sungguh amat indah dan memperlancar masturbasiku.

Tapi itu belum cukup, aku masih menyimpan hasrat untuk merasakan dan menyentuh secara langsung dan dalam hal ini aku amat terobsesi dengan mamaku. Aku harus mencari cara dan kesempatan untuk memiliki mamaku seutuhnya. Kesempatanku amat besar, karena di rumah ini hanya ada aku dan mamaku, tinggal bagaimana aku mencari caranya.

Kalau aku pikirkan secara mendalam, setelah bercerai, mamaku mencurahkan hidupnya untuk bekerja dan kami anak–anaknya. Seingatku mama tidak pernah menjalin hubungan dengan pria lain, berangkat dan pulang kerjapun selalu tepat waktu. Kalaupun ada urusan kerja di luar kota,sebisa mungkin mengajak kami. Hari liburpun dihabiskan bersama kami anak–anaknya. Apa mamaku tidak punya hasrat seks lagi ? Kalau melihat umurnya rasanya tidak mungkin. Rasanya aku harus mencoba mencari tahu hal ini.

Biasanya kalau sudah selesai makan malam, aku dan mama menonton TV. Saat sedang nonton TV, biasanya aku sering menaruh kepalaku di kedua paha mama. Malam itu mama memakai baju tidur mini tanpa lengan berwarna putih, dengan belahan dada yang rendah, sehingga makin menonjolkan tetek mama yang besar tersebut, seakan tidak mampu menampung tetek yang besar tersebut. Ugh…ribet deh jadinya aku. Gairahku benar–benar membara, Kontol ku sudah berdenyut. Gelisah banget rasanya. Kami menonton tanpa bersuara. Akupun memulai percakapan.

"Ma, boleh nggak Tio nanya sesuatu…?" kataku, sambil membalikkan kepalaku dan badanku, kini kepalaku menatap ke arah perut mama.

"Nanya apa…?"
"Jangan marah ya Ma" kataku lagi
"Apaan sih, kok serius amat sih Tio" kata mamaku.
"Nggak, kan mama sudah lama hidup sendiri, apa nggak mau kawin lagi ma..?" kataku.

"Ah kamu ini ada–ada saja. Nggak lah, kan mama sudah bahagia ada kamu dan kakakmu. Memang kenapa kamu tanya hal itu, mau punya papa baru ya..??" canda mamaku.
"Enggak sih, Cuma Tio ingin nanya saja kok ma."

Tiba–tiba aku mendapat ide untuk mencoba mencari kebutuhan seks mamaku.

"Ma, jangan marah ya, memangnya mama nggak kesepian..? Mama kan masih muda, masih punya kebutuhan biologis" kataku hati – hati. Kurasakan mamaku sedikit menegang dan terdiam sejenak.

"Tio.. kok nanyanya begitu sih, maksud kamu apa" suara mama sedikit naik.

"Tio kan sudah gede ma, sudah mendapat pelajaran di sekolah, jadi Tio tahulah soal kebutuhan pria dan Wanita akan hal itu. Dan Tio mau mama tahu, kalau Tio juga menghargai semua keinginan mama. Mungkin dulu Tio belum paham, tapi sekarang sudah tahu, Tio jadi memikirkan mama, kan mama juga punya hidup" jawabku sekenanya.

"Tio…Tio, yang kamu pelajari itu memang benar, tapi ada juga yang namanya perasaan dan hati nak, hidup tidak hanya dari teori pelajaran saja, tapi juga dari pengalaman" jawab mamaku.

"Maksudnya apa ma..?" tanyaku bingung.

"Sebagai Wanita mama juga ada kebutuhan yang kamu katakan. Tapi mama juga tidak mau kecewa lagi Tio. Cukup sudah pengalaman pahit dari papamu itu. Bagi mama apa yang mama jalani dan juga memiliki kamu dan kak Tina sekarang ini sudah cukup dan membahagiakan mama. Dan soal masalah kebutuhan biologis mama, mama rasa bukan masalah kamu dan masih ada kesibukan dan cara lain untuk mengatasinya" jawab mamaku.

Suasana jadi sedikit canggung, lama kami terdiam, hanya terdengar suara dari TV saja.

"Ma, maafin Tio yah sudah menanyakan hal yang membuat mama marah dan sedih"
"Nggak apa–apa kok Tio. Mama senang karena Tio perhatian sama mama."

Kembali kami terdiam, mama mengelus–ngelus kepalaku. Aku juga diam saja, tetap dalam posisi kepala menghadap ke tubuh mama. Saat itu aku sedang berpikir, berarti mamaku sebenarnya memiliki kebutuhan seks. Tinggal bagaimana aku menciptakan situasi dan kesempatannya. Toh saat ini cuma ada aku dan mama, kak Tina tidak di rumah. Akupun memulai rencanaku.

Aku segera menaikkan kepalaku ke dada mamaku. Pura–pura bermanja–manja ria.

"Eh, kamu ngapain Tio…?" tanya mamaku kaget.
"Tio sayang mama, boleh nggak Tio nenen sama mama."
"Ah, kamu ada–ada saja, kan kamu sudah besar nak" mamaku tertawa.
"Iya, tapi boleh kan Tio nenen lagi kayak anak kecil" Pintaku manja.
"Nggak ah…konyol deh kamu" Mamaku tertawa.
"Boleh ya ma, kan selama ini nggak pernah" Kataku sambil berusaha mencium puting mama.
"Jangan ah Tio" Kata mamaku berusaha dengan halus menggeser kepalaku, tapi aku terus saja bermanja–manja, akhirnya mamaku pun tertawa dan berkata,

"Yah sudah deh, kali ini saja ya, tumben kamu kolokan kayak gini Tio."

Yes, rencanaku mulai berhasil, mamapun segera menurunkan satu tali baju tidur di bahunya, terpampanglah satu tetek mama yang besar,padat dan masih kencang itu. Putih dengan puting yang juga besar. Lingkaran di sekitar pentilnya dan pentilnya berwarna coklat kemerahan. Aku benar – benar terdiam dan terpesona, walau sering mengintip, tapi berbeda sekali karena kali ini aku melihat secara langsung dari jarak dekat. Kontol ku benar–benar mengeras sekali.

”Lho kok bengong, tadi katanya mau nenen” tegur mamaku.
”Ngg, iya…iya ma, habisnya tetek mama besar banget, masih kenceng lagi” kataku lagi.
”Ah kamu bisa aja memuji mama yang sudah berumur ini” mamaku tertawa.
”Benar ma, benar–benar bagus dan mempesona,”jawabku jujur.

Tanganku menyentuh tetek tersebut, sungguh nyaman rasanya, kenyal dan keras, sambil mendekatkan mulutku ke puting mama. Lama aku mengemut puting mamaku, sementara mamaku tetap menonton TV. Tangan mama mengelus–ngelus kepalaku, rasanya seperti anak kecil saja saat itu. Aku menghisap–hisap puting mama sambil sekali–kali memainkan lidahku.

Puting itu kini benar–benar sudah membesar dan mengeras. Kurasakan mama mulai gelisah, tapi aku tetap melakukannya perlahan–lahan, aku tidak mau tergesa–gesa dan membuat mamaku curiga. Kini tanganku yang satu mulai meremas tetek mama yang satu lagi, aku meremas dan mengenggamnya tanpa melepasnya lagi. Lalu mama pun menurunkan tali baju tidurnya yang satu lagi, kini benar–benar bertelanjang dada.

”Tio, nenen yang sebelah sini juga” kata mamaku sambil tetap menonton TV.

Akupun segera memindahkan mulutku ke tetek mama yang satu lagi. Aku melakukannya tetap seperti tadi, perlahan–lahan dan berusaha senatural mungkin, walau Kontol ku sudah berdenyut–denyut, tapi aku tetap sabar.
”Ugh…” terdengar suara mamaku pelan, duduknya pun mulai gelisah, nafasnya mulai berat. Aku tetap diam saja, seolah–olah tidak tahu. Hanya kali ini aku mulai memainkan–mainkan lidahku dengan lebih cepat di puting mama.
”Ah…” kali ini elusan mama di kepalaku mulai berubah menjadi sedikit menjambak pelan rambutku.

Akupun menghentikan kegiatan nenen tersebut dan langsung mengubah posisiku menjadi posisi duduk, di sampingku mama duduk dengan dada telanjang, kedua teteknya yang besar benar–benar menantang dengan puting yang dalam kondisi mengeras. Ugh…sabar dikit kataku dalam hati.

”Sudah dulu ma nenennya,” kataku santai. Sekilas aku merasa melihat raut muka mama sedikit kecewa, namun mama bisa mengontrolnya dengan baik.

”Benar nih, memangnya sudah kenyang nenennya, Tio, katanya mau kayak anak kecil,” mama mencoba menetralkan dirinya dengan bercanda.
”Iya, tapi nanti–nanti boleh lagi ya ma, Tio senang deh bisa nenen kayak dulu.”
”Iya, iya, boleh kok, mama juga seperti mengingat kamu waktu kecil dulu” kata mamaku lagi.

Sebenarnya aku sengaja berhenti, yang penting aku sudah mendapat jalan masuk untuk melaksanakan niatku. Aku pun terdiam dan menonton TV. Mama juga menonton TV, tapi entah lupa atau disengaja, tali baju tidurnya tidak segera ia naikkan, jadilah pemandangan tetek mama yang indah terpampang jelas di sampingku. Aku pura-pura saja seperti tidak ada apa-apa. Kontol ku benar-benar sudah keras sekali saat itu, karena mataku terus melirik tetek mama.

”Ma, Tio sudah ngantuk nih, tidur duluan ya. Tio boleh tidur di kamar mama kan ?” tanyaku.
”Ya sudah, sana kamu duluan, iyalah boleh, biasanya juga sering tidur dikamar mama,” jawab mama.

Akupun segera bangun dan langsung menuju kamar mama, sambil berjalan ke sana, aku tersenyum karena sebentar lagi nampaknya rencanaku akan segera berhasil. Sesampainya di kamar mama, aku segera membaringkan diri, sambil pura-pura tidur, Kontol ku sudah lumayan tenang kini. Tidak berapa lama mama masuk ke dalam kamar, mama ke kamar mandi sebentar, lalu naik ke tempat tidur, mengecup pipiku, mengira aku sudah tidur.

Ada sekitar setengah jam aku pura-pura tidur, aku juga tidak terlalu yakin kalau mama sudah tidur pulas, tapi aku sudah menetapkan hati, Inilah saatnya, sekarang atau tidak sama sekali, tidak boleh mundur lagi. Kulihat mata mama masih terpejam. Rencanaku, kalau aku pura–pura nenen lagi, paling mama berpikir karena aku lagi kolokan.

Akupun mulai mendekatkan kepalaku ke arah mama yang sedang menghadap aku. Mula-mula aku menghisap tetek mama tanpa menurunkan tali baju tidur mama. Mama diam saja, tidak ada larangan. Tanganku pun mulai berani menurunkan kedua tali baju tidur mama. Mama diam saja, tidak ada larangan. Kini aku menghisap tetek mama dengan bebasnya, tanganku yang satu mulai meremas-remas dan memainkan puting tetek mama. Mama masih terpejam, tapi kurasakan tubuhnya mulai menggeliat.

”Ugh..Ooohh..,”terdengar mama mendesah pelan. Aku makin bersemangat dan bergairah mendengarnya. Mulutku pun mulai berpindah-pindah dari puting satu ke puting lainnya. Ada sekitar 10 menit aku memainkan tetek mamaku, dengan kondisi mama tetap terpejam. Tapi aku yakin mama belum tidur.

Nampaknya mama menikmatinya. Akupun makin berani dan tanganku pun mulai bergerak ke bawah baju tidur mama, ke arah selangkangan mama. Saat tanganku mendarat di atas celana dalamnya, tiba-tiba tangan mama memegang tanganku dan menepisnya dengan halus. Kini matanya tidak terpejam lagi. Mama kini dalam posisi duduk di atas tempat tidur.

”Cukup Tio, jangan lebih dari itu. Mama tahu dan mengerti kamu sudah besar, sudah masuk usia remaja, mama juga paham kamu bilang mau nenen ke mama sebenarnya karena kamu mulai ingin tahu tubuh Wanita.” kata mama.
”Mama tidak keberatan kamu bermain–main dengan tetek mama, tapi jangan lebih dari itu ya Tio”kata mama lagi.
”Tapi ma, kenapa harus begitu, mama jahat, kenapa mama seperti itu,” aku berargumen.
”Tio.. aku ini mamamu, tidak boleh kita melakukan hal yang seperti kamu inginkan itu”kata mama lagi.
”Mama bohong, sebenarnya mama menikmati kan. Sebenarnya mama juga inginkan”aku terus menyerang pertahanan mamaku.
”Memang, tetapi hanya sampai batas itu, tidak bisa lebih jauh lagi,” jawab mama tenang.

”Tio sayang mama, dan mama harus tahu itu, Tio mau melindungi mama, tidak mau mama kecewa, juga mau mama menjadi yang pertama bagi Tio, mama tidak akan kecewa atau disakiti lagi, karena Tio menyayangi dan tidak akan pernah mau menyakiti hati mama.”

Hening sesaat, nampaknya mama terguncang mendengar kata-kataku, mama terdiam dan menundukkan kepalanya, kulihat mama meneteskan air matanya. Aku terkejut dan segera bangkit, aku peluk mamaku.

”Ma, mama marah yah…?”
”Tidak sayang, mama tidak marah, justru mama bahagia, karena Tio menyayangi dan amat perhatian sama mama. Benar-benar tidak mau mama kecewa lagi.”

Lalu mama juga memelukku, lama kami saling bepelukkan, kemudian mama berkata kembali,

”Mama senang dan sekaligus bingung, karena kamu memilih mama sebagai yang pertama dalam hidupmu. Seharusnya kamu memilih gadis lain Tio.”
”Ma, bagi Tio, mamalah yang terbaik, mamalah yang harus memiliki Tio pertama kali, tidak ada penyesalan, bahkan Tio akan merasa bahagia ma.”

Mama masih terdiam dan tetap memelukku, sudah tidak menangis lagi, tangannya membelai lembut kepalaku. Aku diam saja, membiarkan mama bermain dengan pikirannya. Lalu mama berkata kembali

”Sebenarnya kita tidak boleh melakukan hal ini, aku mamamu dan kamu anakku. Garis itu tidak boleh dilanggar…”
”Tapi ma…,”aku memprotes, tetapi diam kembali karena mama segera memotong kalimatku
”Toh yang melakukannya adalah kita, tak ada orang lain yang dirugikan, tak ada orang lain yang disakiti, semua resiko dan tanggung jawab adalah milik kita.”

”Jujur saja, mama juga Wanita yang punya kebutuhan seks, tapi mama takut menjalin hubungan lagi karena mama tidak mau mama dan anak-anak mama kecewa kembali. Kalau kamu mau tahu saat hasrat mama muncul dan tak tertahankan, mama menggunakan vibrator dan masturbasi, toh yang namanya gairah akan hilang, kalau sudah orgasme. Tak perlu menjalin hubungan kalau hanya untuk mengatasi hal itu.”

”Tapi tadi saat kamu minta nenen dan memainkan puting mama, mama mulai merasakan api gairah yang ada di dalam mama kembali menyala, walau awalnya ragu, namun mama yakin, dengan kamu mama tidak akan kecewa dan sakit, kita sama-sama menyalurkan hasrat terpendam kita.”

”Mama sadar mama tidak bisa dan trauma dengan pria lain, tapi mama tahu kalau dengan Tio, mama tidak akan sakit, karena Tio menyayangi mama. Juga lebih baik mama yang mengajari dan memuaskan keingintahuan seks kamu daripada kamu harus melakukannya dengan perempuan penghibur.”

Mama melepaskan pelukannya, lalu berdiri dan melepaskan baju tidurnya. Kini hanya bercelana dalam saja. Lalu mama berbaring.

”Tio, ingat ini hanya menjadi rahasia kita berdua, kamu boleh memiliki mama kapanpun, namun jangan sampai kakakmu tahu.”
”Kini kamu lakukan yang kamu inginkan ke mama, jangan takut mama akan membimbing dan mengajarimu. Nanti kamu sendiri yang harus membuka celana dalam mama. Puaskan mama dan dirimu.”
”Lakukan dengan santai saja Tio. Mama mau pengalaman pertama kamu ini menjadi pengalaman yang berkesan dan indah dalam hidupmu.”

Aku yang tadi hanya terdiam, antara percaya dan tidak percaya akan kesempatan ini segera bergerak, aku berbaring di samping mama, aku cium bibir mamaku, lidah mama dan lidahku bertautan dengan penuh gairah.

Tanganku mulai meremas-remas tetek mamaku, memilin-milin puting mamaku. Tangan mama juga tidak tinggal diam, mengelus-ngelus Kontol ku dari bagian luar celana pendekku. Ugh…nikmat sekali elusan tangan mamaku. Kini aku mulai menciumi tetek mamaku, mengulum, menjilati puting mama menggeliat-geliat dan memeluk tubuhku.

Tangan mama mulai membantu membuka kaosku, lalu celanaku, kini aku dalam kondisi telanjang, masih tetap menindih mama, dengan rakusnya aku terus meremas-remas dan memainkan tetek mama, gairahku makin meninggi melihat mama yang nampaknya menikmati saat teteknya aku pemainkan. Tangan mama kini mengelus dan mengocok Kontol ku dengan lembut.

”Wah besar juga Kontol mu Tio, sebagai lelaki kamu harus bangga.”
”Ahh…enak ma, terus kocokin Kontol Tio ma,” kataku di sela kesibukanku memainkan tetek mama.
”Tio, sudah dulu dong mainin tetek mama, masa kamu mau diamin saja memek mama.”

Terus terang, bukannya tidak mau, tetapi aku memang belum pengalaman sih. Tapi dengan yakin, perlahan aku mulai menurunkan posisi badanku, hingga kini menghadap tepat di atas celana dalam mama. Tanganku mulai memegang celana dalam mama, meraba dan mengelusnya, kurasakan tebal dan terasa rambut kemaluan yang lebat di baliknya.

Mulutku mulai mencium pinggiran selangkangan mama. Mama mulai membuka kedua kakinya. Secara spontan aku menarik celana dalam mama perlahan-lahan. Kini mamaku dalam posisi telanjang bulat. Aku hanya bisa meneguk ludah menyaksikan memek mama yang terpampang begitu dekat dan indah di depan mataku. Aroma yang belum pernah kucium selama ini, terasa ke hidungku, rasanya amat menggoda.

Rambut kemaluan mamaku benar-benar lebat dan menutupi memek mama, sesuai dengan kesukaanku, Kontol ku benar-benar berdenyut-denyut kencang. Tanganku mulai mengelus-ngelus rambut kemaluan mama, terasa tebal dan menggairahkan sekali. Aku mulai mengingat-ngingat adegan di film-film BF yang pernah kutonton. Seakan tahu apa yang kupikirkan, mama mulai berkata

”kok bengong lagi Tio, kamu lakukan saja apa yang mama perintahkan ya. Sekarang kamu jilati dan mainkan memek mama dengan lidah dan tanganmu. Kalau susah kamu lebarkan dengan tanganmu, lubang memek mama.” Mama mulai melebarkan kakinya, membuka selangkangannya yang indah, menampakkan puncaknya yang menggoda. Akupun mulai menyibak rambut kemaluan mama yang lebat, jariku membuka memek mama secara perlahan. Persis seperti film yang kulihat.

”Nah kalau sudah, coba kamu lihat di sekitar lubang memek mama, ada daging kecil yang menonjol keluar seperti butir kacang, itu namanya kelentit atau sering disebut itil, sayang. Nah bagian itulah yang harus kamu mainin dan jilatin pada memek mama. Mama akan merasa nikmat saat kamu melakukan itu.” Tanpa menunggu lama lagi, akupun mulai memainkan dan menjilati itil mama dengan lidahku, aroma yang tercium sungguh amat enak terasa di hidungku. Mula-mula aku pikir apa yang aku lakukan salah, tapi perlahan pasti kulihat tubuh dan pinggul mamaku mulai bergoyang-goyang.

”Ah…Oooohhh..Ssss….enak Tio, Ugh….”
”Ughhh…jilat terus Tio,” mama mendesah semakin kuat, goyangan badannya semakin terasa.
”Ooohhhh….pintar kamu Tioo, aaahhhh….cepat pandainya…”

”Oooohh…Aaahhhh….mama…mama…mau…sedikiiittt lagi” tangan mama mulai meremas rambutku, mama makin melebarkan kakinya, geliat pantat mama semakin liar, akupun makin bersemangat memainkan dan menjilati itil mama. Lidahku menari-nari dengan liar dan cepat, menyapu permukaan memek mamaku yang sudah mulai basah. Sensasi yang kurasakan saat itu sulit dilukiskan, kurasakan batang Kontol ku sudah amat keras dan berdenyut-denyut.

Melihat mamaku yang telanjang dan mendesah-desah keenakkan saat itilnya kujilati sungguh membuat gairah dan birahiku membara. Badan mamaku bergetar hebat dan diiringi desahan nikmat yang panjang, kurasakan memek mama menyemburkan cairan hangat yang nikmat…Mama terdiam sesaat, lemas, aku mengelus-ngelus memek mamaku dengan lembut dengan jariku.

”Ughh…nikmat sekali rasanya Tio, sudah lama mama tidak mengalami orgasme saat dijilati seperti tadi. Rasanya enak betul, kamu pintar dan cepat belajar sayang. Tunggu sebentar ya, mama akan gantian memberikan kenikmatan kepada kamu.” lalu mama pun bangkit dari posisinya, menyuruhku berbaring. Diam sebentar mengamati Kontol ku , karena baru sekarang dapat melihatnya secara jelas.

”Wah…panjang dan besar juga Kontol anak mama, kayaknya ada sekitar 20 cm, pastinya ini bukan dari turunan papa kamu yang brengsek itu. Kontol kamu jauh lebih bagus dan besar dibandingkan si brengsek itu,” sindir mamaku sinis terhadap papaku.

Aku jadi menyadari betapa bencinya mamaku terhadap papaku dan entah kenapa mendengar perkataan mamaku, membuat aku senang dan bangga, karena dalam satu hal ternyata aku lebih hebat dari papaku. Makin keras saja rasanya Kontol ku kini. Mamaku mulai memainkan batang Kontol ku dengan tangannya yang halus, enak benar rasanya, jempol tangannya mengurut-ngurut kepala Kontol ku dengan lembut.

Aku hanya bisa merem melek saja merasakannya. Lalu mama mulai mendekatkan mulutnya ke arah Kontol ku . Kurasakan rasa nikmat yang luar biasa ketika lidahnya mulai memainkan kepala Kontol ku . Seluruh tubuhku rasanya lemas tak berdaya. Lalu perlahan tapi pasti Kontol ku mulai masuk ke dalam mulut mama. Nikmat rasanya saat mama mengulum, mengisap batang Kontol ku , juga saat lidahnya menjilati kepala dan batang Kontol ku . Rasanya tidak bisa kupercaya, Kontol ku bisa masuk ke dalam mulut mama yang mungil dan sensual itu, lembut sekali rasanya elusan bibirnya menyentuh batang Kontol ku .

Tangan mama juga mengelus-ngelus biji pelerku, enaaak banget rasanya. Sesekali mulut dan lidah mama mengulum dan menjilati bijiku. Service mama yang enak ini benar-benar membuatku kelojotan dan hanya bisa merem melek merasakan kenikmatan dan sensasi yang luar biasa ini. Sambil mengulum Kontol ku , sesekali mama menatapku. Sungguh luar biasa sensasi yang dirasakan saat kita melakukan kontak mata saat sedang diberikan oral seks.

Lagi enak-enaknya mama berhenti. Aku mau protes, tapi mama segera berkata.

”Untuk pemula, daya tahanmu cukup baik. Mama sebenarnya mau mengulum Kontol kamu kembali, sampai kamu keluar, tapi untuk pengalaman pertama kamu, mama ingin kamu merasakan yang terbaik dan juga harus mengeluarkan sperma kamu di tempat yang special…di dalam memek mama sayangku. Nah kini kita mulai, jangan takut, mama akan bimbing kamu.”

Mama mengocok-ngocok kontolku, lalu mulai berbaring. Aku disuruhnya untuk memposisikan diri di atasnya. Mama mulai membuka kedua kakinya, memperlihatkan memek nya yang menawan. Tangannya membuka lubang di memek nya, menunjukkan jalan ke arah lubang kenikmatan miliknya.

”Karena ini yang pertama, maka mama bantu kamu dulu menunjukkan arah yang tepat, kalau sudah sering, pasti nanti kamu mahir dengan sendirinya, sayang.” Lalu tangannya memegang batang Kontol ku , menuntunnya ke arah yang benar, ke dalam surga kenikmatan. Agak sulit pertama-tama, karena Kontol ku yang cukup besar dan juga karena memek mama yang sempit karena sudah lama tidak dimasuki Kontol.

Jleb….perlahan kepala Kontol ku menerobos ke dalam lubang memek nikmat milik mama, tubuh mama agak bergetar saat Kontol ku menerobos masuk, kembali mama melebarkan kakinya dan menaikkan pantatnya perlahan, hingga batang Kontol ku masuk seluruhnya ke dalam lubang memek mama. Sungguh suatu sensasi kenikmatan yang luar biasa yang kurasakan pertama kali seumur hidupku.

Saat Kontol ku berada di dalam memek mama, rasanya sangat nyaman, hangat dan berdenyut-denyut dengan nikmatnya. Jadi inilah rasanya memasuki memek seorang Wanita, semakin nikmat karena ini adalah memek mamaku yang benar-benar aku inginkan. memek yang sudah melahirkan dua orang anak, namun tetap terasa nikmat dan berkualitas.

”Santai saja Tio, pompa Kontol mu naik dan turun, jangan tergesa-gesa, nikmati, buat pengalaman pertamamu ini berkesan. Keluarkan di dalam memek mama ya sayang,” mama mengajari dan memberiku semangat dengan lembut. Akupun mulai bergerak seperti yang diajarkan mamaku. Pantatku naik dan turun, Kontol ku pun mulai memompa dengan nikmatnya di dalam memek mamaku.

Sungguh amat sangat niiikkkmaaattt, kulakukan dengan perlahan-lahan, tidak tergesa-gesa, sekali-kali bibirku mencium bibir mamaku dengan lembut dan penuh gairah. Kulihat tetek mamaku yang besar itu bergoyang-goyang seiring pompaan Kontol ku dalam memek mama. Sungguh enak dilihat, satu tanganku pun mulai meremas-remas dan memainkan putingnya, sekali-kali kuhisap dan kujilati. Cukup lama juga aku memompa Kontol ku , mama mulai mendesah-desah dan menggoyang-goyangkan pinggulnya.

”Aahhh,,,Ahhhh, terus Tio, pintar juga kamu.”
”Ooohhhh….enak…sudah lama memek mama tidak dimasuki Kontol , jadi rasanya nikmat..”
”Ugh…ughhh…”
”Kontol kamuuu…benar –benar enaaakk…aaaahhh.”
”memek mama juga nikmaaattt…sempiit dan enaak”
”Aahhh….mama sudah mau keluar sayang”

Kurasakan memek mama menyemburkan cairan hangat ke Kontol ku , mama nampak lemas dengan ekspresi penuh kepuasan di wajahnya. Mama meminta aku berhenti sebentar, tapi aku tidak mau dan terus memompa. Mama nampak lemas, matanya merem melek, mulutnya mendesah-desah, sementara pinggulnya makin bergoyang dengan liar dan cepat mengimbangi gerakkan Kontol ku.

Tentu saja aku merasakan semakin nikmat, apalagi mama makin melebarkan kakinya, sehingga Kontol ku semakin leluasa menerobos memek mamaku yang terasa sempit karena lama tidak dihajar Kontol . Gerakanku makin kupercepat, bibir, leher dan tetek mamaku bergantian aku jilati dan ciumi. Ploook…plookk..plookkk…, bunyi pompaan Kontol ku terdengar jelas saat memompa memek mamaku.

”Aaahhh….ahhhh…nikmaaat nggakkk sayang…”
”Pastiii ma….oohhh…”
”Ughhhhh…Oohhhh….”
”Terus sayang.. mama mau keluar lagiii…”

Kurasakan Kontol ku juga berdenyut-denyut lebih keras, rasanya aku juga mau mencapai puncak, Aku segera menciumi bibir mamaku dengan ganasnya, lidahku dan lidah mama saling bertautan dengan penuh gairah, kutindih dan kupeluk tubuh mamaku dengan kuat…Kurasakan memek mama menyemburkan cairan, mama orgasme lagi, hampir bersamaan Kontol ku pun menyemburkan cairan sperma dengan kuat dan cukup banyak. Kurasakan tubuh kami sama-sama bergetar dengan nikmat.

Lalu akupun terkulai dengan posisi masih menindih tubuh mamaku, lemas tapi puas dan dipenuhi rasa nikmat. Akhirnya kurasakan juga kenikmatan bersetubuh, memang nikmat, tapi terasa makin nikmat saat kami berbaring berdampingan sambil berpegangan tangan.

”Kamu hebat sayang…mama benar-benar puas.”
”Aku juga ma.”
”Sini mama bersihkan Kontol kamu,” kata mama, lalu mama mulai menjilati sisa-sisa sperma dari Kontol ku .
”Benar-benar masih muda dan bersemangat, Kontol kamu masih keras.”

”Tio sayang, mama bahagia dan tidak menyesal melakukan hal ini. Kamu membuat mama merasakan kembali menjadi Wanita. Kamu hebat, jauh lebih kuat dari papa kamu. Mulai sekarang kamu boleh melakukannya kapan saja, kalau kamu mau tinggal bilang ke mama. Pasti mama bersedia, kecuali saat mama datang bulan, cukup mama service kamu dengan oral. ”

”Tentu saja mulai sekarang kamu harus tidur di kamar bersama mama, kamu harus memuaskan mama dan diri kamu setiap hari, kecuali kalau ada kakak kamu ya, harus hati-hati, jangan sampai ketahuan.”


BandarQ Domino 99 Domino QQ Poker Online Terbaik Dan Terpercaya
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Services

Visitor

Flag Counter

Popular Posts

Search This Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Recent Posts