Kecantol Janda


CERITA DEWASA - Sebenarnya aku seorang pria yang begitu pemilih di dalam mencari pasangan karena aku tidak ingin jika harus berhubungan dengan seorang wanita yang hanya melihatku dari segi ekonomi. Namaku Fadlan seorang pengusaha yang bisa di katakan sukses, namun hingga saat ini aku belum memiliki seorang pasangan yang bisa aku ajak untuk serius setelah beberpa bulan lalu putus dengan kekasihku.

Karena usiaku sudah menginjak 32 tahun untuk urusan cerita dewasa jangan ditanya lagi, karena meskipun tidak sering tapi aku sudah pernah melakukannya. Sekarangpun sudah banyak wanita yang berusaha mendekat bahkan mencari perhatian padaku, tapi entah mengapa aku masih belum tersentuh dengan semua perhatian yang mereka berikan padaku, mungkin belum ketemu yang klop kurasa.

Hingga pada suatu hari aku sedang makan di sebuah cafe sendirian, disana aku melihat seorang wanita yang begitu memikat bagiku. Dengan sedikit basa basi akhirnya akupun mengenalnya dia bernama Santi, dan dari sana kami menjadi lebih akrab dan mengenal lebih dekat lagi. Dia berasal dari kota yang sama denganku dan sering kali aku mengajaknya keluar.

Rupanya santi juga seorang pekerja kantoran, dan karena itu juga kami hanya bisa jalan ketika jam makan siang. Atau hari weekend saja meskiun tidak pernah terucap kata atu komitmen dariku namun hubungan kami sangat dekat sampai akhirnya kamipun melakukan adegan seperti dalam cerita dewasa, aku mengakui kalau Santi begitu menggodaku untuk melakukan hal itu.

Awalnya kami pergi kesebuah tempat wisata namun sepulangnya dari sana aku mengajak Santi untuk mampir ke rumahku. Di sanalah kami dengan leluasa melakukan hubungn intim layaknya dalam cerita dewasa. Bermula ketika Santi meminta untuk membersihkan diri dan diapun pergi ke kamar mandi, karena aku memang tinggal sendirian di rumah ini, akhirnya hal itupun terjadi.

Setelah masuk dalam kamar mandi sebenarnya aku langsung memasang cara untuk dapat mencuri perhatianya dengan cara membuatkannya minuman. Namun setelah minuman itu berhasil aku buat tetap saja Santi belum keluar juga, akhirnya akupun mencoba berganti baju di dalam kamar yang sama. Namun sebelum aku memakai baju yang aku ambil dari dalam lemari.

Aku terperanjat melihat Santi keluar hanya dengan memakai handuk di tubuhnya, bagai ada magnet yang berada di antara kami. Tubuh kamipun semakin mendekat dan dengan cepat aku daratkan bibirku pada bibir seksi Santi, dan tanpa menunggu lagi kamipun saling melumat “Eeeeuummmppphh… aaaaggghhh… aaagggghhh…. aaaaaggghh.. eeeuuummmuuaaacchh… “Desah Santi.

Akupun segera memasang kuda-kuda melepas pakaianku sedangkan tubuh  Santi sudah telanjang bulat hanya dengan sekali tarik handuk yang menempel padanya. Dengan cepatnya tubuh kami berdua sudah berada di atas tempat tidur, akupun melumat habis bibir Santi sedangkan dia tidak tinggal diam dengan lembut tangannya mengelus kontolku yang mulai menggeliat.

Bagai dalam cerita dewasa akupun ikut mendesah mengikuti setiap sentuhan yang di lakukan Santi padaku “Ooouuugggghh…. aaaagggghhh… aaaaggggghhh….aaaggghhh… sa.. yang… aaaggghh..” Tangankupun terus memberikan sentuhan pada bagian tubuh Santi dan membuat dia semakin bergairah saja melumat bibir serta bermain dengan kontolku.

Setelah lama juga kami melakukan oral sex akhirnya akupun merangkak naik ke atas tubuhnya, aku tancapkan kontolku dalam lubang memeknya. Dan seperti adegan dalam cerita dewasa akupun bergerak maju mundur di atas tubuh Santi yang turut serta mengimbangi gerakanku dengan menggoyang pantatnya dari bawah tubuhku, dan akupun menikmati permainan juga.

Tanpa merasa lelah sedikitpun aku terus menggoyangnya hingga deru nafas kami sama-sama tersengal “UUuuuggghh… aaaaggggghhh… uuuggghhh…aaaaaaggggghh…te..rus… sa.. yang…aaaggggghh..” Dapat aku rasakan tubuh Santi sudah terasa hangat dan basah oleh keringat, namun aku tetap bergerak dengan lihainya dan dengan nafsu yang sudah ingin segera melepaskan puncak kenikmatannya.

Tubuh Santi mulai menggelinjang ke kanan dan ke kiri sampai akhirnya akupun mendaratkan bibirku kembali untuk menciumnya. Dan dengan mesra Santi juga membalas lumatan bibirku. Sampai akhirnya “Oooouugghhh…. ooouuggh.. aaaaaaggggggh.. aaaa….ku.. nggaaaaak.. tahannn… aaaggghh..” Saat itulah aku menumpahkan spermaku dalam memek Santi yang menanti hal ini dari tadi.

Dia peluk tubuhku yang sudah tidak lagi bertenaga, dan dia juhamkan berkali-kali kecupan padaku. Akupun senang bukan main Santi melakukan hal itu padaku, karena setelah sekian lama baru kali ini aku melakukan adegan seperti dalam cerita dewasa lagi, Meskipun akhirnya aku tahu kalau Santi ternyata bukan lagi seorang gadis namun dia seorang single parent yang mengasuh anaknya hasil dari suaminya dahulu.


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Services

Visitor

Flag Counter

Popular Posts

Search This Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Recent Posts