Cerita Dewasa Minta Jatah Dari Mertua Yang Awet Muda


ONEBETQQ CERITA DEWASA - Nah, berikut daftar destinasi wisata di Batam yang wajib kalian kunjungi selama berada di kepulauan Riau.

Ocarina Park BatamAgen Domino 99 Terpercaya

Ocarina Park Batam merupakan salah satu tempat wisata di bengkong batam, tepatnya terletak di Sadai, Bengkong. Acara-acara seru, seperti acara music seringkali diselenggarakan di tempat ini.

Bagaimana tidak? Sembari menikmati acara music Anda dapat merasakan nikmatnya santai dan bermain bersama keluarga di tepi pantai.

Beragam wahana permaianan, seperti Giant Wheel, Kiddy Land, Flying Fox serta Movie Theater akan menguji adrenalin sekaligus menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Kebun Raya Batam

Nah, bagi Anda yang ingin pergi ke tempat wisata di batam selain pantai, Kebun Raya Batam menjadi alternative pilihan. Suasana asri nan sejuk akan menyegarkan fikiran dan melepas rasa penat setelah beraktivitas seharian.

Beragam tumbuhan dan bunga yang ada di Indonesia dapat kalian temukan disini yang tentunya menjadi pemandangan yang sangat menakjubka. Kebun raya ini terletak di Sembulang, Galang, Kota Batam.

Jembatan Barelang

Destinasi ini berlokasi sekitar 20 km dari pusat kota Batam. Jembatan ini dibuat untuk menghubungkan tiga pulau besar yaitu pulau Riau, Rempang, dan Galang. Terlepas dari fungsi utamanya sebagai akses jala. Jembatan barelang ini dijadikan sebagai spot yang romantis untuk bersua foto bersama pasangan.

Bagaimana tidak? Banyak wisatawan yang mengibaratkan jembatan ini sebagai jembatan yang menghubungkan antara dua hati yang saling menyanyangi.

Pantai Nongsa

Tempat wisata di nongsa batam yang cukup terkenal ialah Pantai Nongsa. Pantai ini terletak di Sambau, Nongsa, Kota Batam. Dari bandara, anda hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk sampai di lokasi.

Pantai Nongsa cukup populer di kalangan turis, baik local maupun mancanegara. Pasalnya pengunjung dapat berbelanja barang-barang dari Singapura sekaligus menikmati pesona Singapura dari kejauhan.

Hamparan pasir putih dengan airnya yang jernih tak kalah menambah keindahan yang ditawarkan. Wisata bawah laut juga dihadirkan oleh pengelola pantai untuk menarik minat para wisatawan.

Anda dapat menyelam dan melihat indahnya ekosistem laut seperti terumbu karang. Soal kebersihan? jangan diragukan lagi! Pantai Nongsa terkenal akan pantainya yang bersih dan terjaga kelestariannya. Untuk tiket masuknya pun cukup murah, hanya Rp 5.000,- saja.

Pantai Melayu

Wisata pantai di Batam berikutnya yang recommended ialah pantai Melayu. Pantai yang berlokasi di Rempang Cate, Galang, Kota Bata mini buka mulai pukul 8 pagi s/d 5 sore.

Berbeda dengan pantai lain yang ditumbuhi pohon mangrove. Disini kalian akan menemukan pohon jambu yang tumbuh di sepanjang pantai.

Istimewanya lagi, pantai ini tidak mempunyai batu karang sehingga anda dapat memacu adrenalin dengan menikmati berbagai wahana yang tersedia. Seperti halnya banana boat.

Pantai melayu sangat cocok dijadikan sebagai tempat piknik bersama keluarga. Terlebih jika bersama anak-anak, anda tidak perlu khawatir untuk mandi di laut. Ombak pantai sangat tenang sehingga aman untuk berenang.

Lelah bermain air, anda dapat berteduh di pinggir pantai di bawah pepohonan yang rindang. Menarik bukan? Untuk tiket masuknya cukup murah, pengunjung hanya dikenakan biaya sebesar Rp 5.000,- saja.

Aku biasa mengantarnya dengan motorku. Namun kali itu turun hujan ditengah perjalanan. Karena sudah basah kuyup dan hari sudah menjelang tengah malam aku paksakan untuk menerobos hujan yang deras itu. Setiba dirumah aku ingin segera membersihkan badan lalu menghangatkan badan.


Di rumah itu hanya ada aku dan Ibu mertuaku karena kakak iparku tinggal ditempat lain. Sedangkan adik iparku yang biasa menemani Ibu mertuaku dirumah itu untuk sementara tinggal dirumahku untuk menjaga istriku.


“Kamu mandi aja deh sana, Her” Kata Ibu mertuaku menyuruhku mandi

“Ah.. nggak usah.. Ibu duluan deh” Kataku menolak dan menyuruhnya agar lebih dulu

“Udah.. Ibu disini aja” Kata Ibu mertuaku yang memilih tempat cuci baju dan cuci piring diluar kamar mandi. Karena disitu juga ada air keran.

“Yah.. udah deh” Kataku sambil mendahuluinya masuk ke kamar mandi.


Suasana waktu itu agak remang-remang karena lampu penerangannya hanya lampu bohlam 5 watt. Aku iseng ingin tahu bentuk tubuh Ibu mertuaku yang sebenarnya ketika ia telanjang bulat. Maka aku singkapkan sedikit pintu kamar mandi dan menontonnya melepas satu per satu bajunya yang sudah basah kuyup karena kehujanan. Dia tidak tahu aku menontonnya karena dia membelakangiku.


Aku perhatikan dia mencopot kaus T-shirt-nya ke atas melewati bahu dan lehernya. Lalu BH-nya dengan mencongkel sedikit pengaitnya lalu ia menarik tali BH-nya dan BH itupun terlepas. Adegan yang paling syur ialah ketika ia membuka celana panjang jeansnya. Sret.. celana jeans ketat itu ditariknya ke bawah sekaligus dengan CD-nya.


Jreng..! Aku lihat kedua buah pantatnya yang kencang dan montok itu menantangku. Aku yang sudah tak merasakan sex selama satu bulan lebih dan lagi dihadapkan dengan pemandangan seperti itu. Aku nekat untuk mendekatinya dan aku peluk dia dari belakang.

“Eh.. Her.. ini apa-apaan.. Her” hardik Ibu mertuaku.


“Bu.. tolongin saya dong, Bu” rayuku

“Ih.. apaan sih..?!” Katanya lagi

“Bu, udah dua bulan ini saya nggak dapet dari Dewi.. tolong dong, Bu” bujukku lagi

“Tapi aku inikan ibumu” Kata Ibu mertuaku

“Bu.. tolong, Bu.. please banget” rayuku sambil tanganku mulai beraksi.


Tanganku meremas-remas buah dadanya yang ukurannya sekitar 34b sambil jariku memelintir putting susunya. bibir dan lidahku menjilati tengkuk lehernya. Tanganku yang satu lagi memainkan klentit-nya dengan memelintir daging kecil itu dengan jariku.


Batang penisku aku tekan dilubang pantatnya tapi tidak aku masukkan. Ibu mertuaku mulai bereaksi. Tangannya yang tadi berusaha meronta dan menahanku kini sudah mengendor. Dia membiarkanku memulai dan memainkan ini semua. Nafasnya memburu dan mulai mendesah-desah.


“Dikamar aja yuk, Bu” bisikku

Aku papah Ibu mertuaku menuju kamarnya. Aku baringkan dia tempat tidur. Aku buka kedua kakinya lebar-lebar dan sepertinya Ibu mertuaku sudah siap dengan batang penisku. Tapi aku belum mau memulai semua itu.


“Tenang aja dulu, Bu. Rileks aja, Ok?” Kataku.

Aku mengarahkan mukaku ke liang vaginanya dan aku mulai dengan sedikit jilatan dengan ujung lidahku pada klentitnya.


“Ough.. sshhtt.. ough.. hmpf.. hh.. ooghh” Ibu mertuaku mendesah dan mengerang menahan kenikmatan jilatan lidahku.


Dia sepertinya belum pernah merasakan oral sex dan baru kali ini saja ia merasakannya. Terlihat reaksi seperti kaget dengan kenikmatan yang satu ini.


“Enak kan, Bu..?” Kataku

“Hmh.. kamu.. sshtt.. kamu.. koq.. gak jijik.. sih, Her?” Tanyanya ditengah-tengah desah dan deru nafasnya.


“Enggak, Bu.. enak koq.. gimana enak gak?”

“Hmh.. iyahh.. aduh.. sshhtt.. eenak.. banget.. Her.. sshhtt” jawab Ibu mertuaku sambil terus merintih dan mendesah.


“Itu baru awalnya, Bu” Kataku.

Kali ini aku kulum-kulum klentitnya dengan bibirku dan memainkan klentit itu dengan lidahku. Aku lihat sekujur tubuh Ibu mertuaku seperti tersetrum dan mengejang. Ia lebih mengangkat lagi pinggulnya ketika aku hisap dalam-dalam klentitnya
.

Tak sampai disitu aku terobos liang vaginanya dengan ujung lidahku dan aku masukkan lidahku dalam-dalam ke liang vaginanya itu lalu aku mainkan liukkan lidahku didalam liang vaginanya. Seiring dengan liukanku pinggul Ibu mertuaku ikut juga bergoyang.


“Ough.. sshhtt.. ough.. sshhtt.. oughh.. hmh.. ough.. shhtt.. ough.. hmh.. oufghh.. sshhtt” suara itu terus keluar dari mulut Ibu mertuaku menikmati kenikmatan oral sex yang aku berikan.


Aku sudahi oral sex ku lalu aku bangun dan berlutut dihadapan liang vaginanya. Baru aku arahkan batang penisku ke liang vaginanya tiba-tiba tangan halus Ibu mertuaku memegang batang penisku dan meremas-remasnya.


“Auw.. diapain, Bu..?” Tanyaku

“Enggak.. ini supaya bisa lebih tahan lama” Kata Ibuku sambil mengurut batang penisku.

Rasanya geli-geli nikmat bercamput sakit sedikit. Sepertinya hanya diremas-remas saja tetapi tidak ternyata ujung-ujung jarinya mengurut urat-urat yang ada dibatang penis untuk memperlancar aliran darah sehingga bisa lebih tegang dan kencang dan tahan lama.


“Guedhe.. juga.. punya kamu, Her” Kata Ibu mertuaku sambil terus mengurut batang penisku.


“Iya dong, Bu” Kataku.

Kali ini kedua tangan Ibu mertuaku beraksi mengurut batang penisku. Tangan yang satunya lagi mengurut-urut buah pelirku dan yang satu lagi seperti mengocok namun tidak terlalu ditekan dengan jari jempol dan telunjuknya. Tak lama kemudian..


“Egh.. yah.sudah.. pelan-pelan.. yah sayang” Kata Ibu mertuaku sambil menyudahi pijatan-pijatan kecilnya itu dan mewanti-wantiku supaya tidak terlalu terburu-buru menerobos liang vaginanya.


Aku angkat kedua kaki Ibu mertuaku dan aku letakkan dikedua bahuku sambil mencoba menerobos liang vaginanya dengan batang penisku yang sedari tadi sudah keras dan kencang.


“Ouh.. hgh.. ogh.. pelan-pelan, Her” Kata Ibu mertuaku ditengah-tengah deru nafasnya.

“Iya, Bu.. sayang.. egh.. aku pelan-pelan koq” Kataku sambil perlahan-lahan mendorong penisku masuk ke liang vaginanya.

“Ih.. punya kamu guedhe banget, sayang.. ini sih.. diatas rata-rata”Katanya


“Kan tadi udah diurut, Bu” Kataku.

Aku teruskan aksiku penetrasiku menerobos liang vaginanya yang kering. Aku tidak merasa istimewa dengan batang penisku yang panjangnya hanya 15cm dengan diameter sekitar 3 cm. Dengan sedikit usaha.. tiba-tiba.. SLEB-SLEB-BLESSS! Batang penisku sudah masuk semua dengan perkasanya kedalam liang vagina Ibu mertuaku.


“Ough.. egh.. iya.. sshh.. pelan-pelan aja yah, sayang” Kata Ibu mertuaku yang mewantiku supaya aku tidak terlalu terburu-buru.


Aku mulai meliukkan pinggulku sambil naik turun dan pinggul Ibu mertuaku berputar-putar seperti penyanyi dang-dut.


“Ough.. gilaa, Bu.. asyik.. banget..!” Kataku sambil merasakan nikmatnya batang penisku diputar oleh pinggulnya.


“Ough.. sshtt.. egh.. sshh.. hmh.. ffhh.. sshhtt.. ough.. sshhtt.. oughh” Ibu mertuaku tidak menjawab hanya memejamkan mata sambil mulutnya terus mendesah dan merintih menikmati kenikmatan sexual. Baru sekitar 30 menit aku sudah bosan dengan posisi ini dan ingin berganti posisi. Ketika itu kami masih dalam posisi konvensional. Aku mau menawarkan variasi lain pada Ibu mertuaku..


“Eh.. Ibu yang di atas deh” Kataku.

“Kenapa, sayang.. kamu capek.. yah..?” Tanyanya.

“Gak” jawabku singkat.

“Mo keluar yah.. hi.. hi.. hi..?” Godanya sambil mencubit pantatku.

“Gak.. ih.. aku gak bakalan keluar duluan deh” Kataku sesumbar.

“Awas.. yah.. kalo keluar duluan” Goda Ibu mertuaku sambil meremas-remas buah pantatku.

“Enggak.. deh.. Ibu yang bakalan kalah sama aku”Kataku sombong sambil balas mencubit buah dadanya


“Auw.. hi.. hi.. hi” Ibu mertuaku memekik kecil sambil tertawa kecil yang membuatku semakin horny.


Dengan berguling ke samping kini Ibu mertuaku sudah berada di atas tubuhku. Sambil menyesuaikan posisi sebentar ia lalu duduk di atas pinggulku. Aku bisa melihat keindahan tubuhnya perutnya yang rata dan ramping. Tak ada seonggok lemakpun yang menumpuk diperutnya. Buah dadanya juga masih kencang dengan putting susu yang mengacung ke atas menantangku.


Aku juga duduk dan meraih puting susu itu lalu ku jilat dan ku kulum. Ibu mertuaku mendorongku dan menyuruhku tetap berbaring seolah-olah kali ini cukup ia yang pegan kendali. Ibu mertuaku kembali meliuk-liukkan pinggulnya memutar-mutar seperti Inul Daratista.


“Egh.. sshhtt.. ough.. sshhtt.. ough.. egh.. hmf” desah Ibu mertuaku.


“Gila, Bu.. enak banget..!”

“Ough.. sshhtt.. ough.. sshtt.. ough” Ibu mertuaku mendesah dan merintih sambil terus meliuk-liukkan pinggulnya memainkan batang penisku yang berada didalam liang vaginanya.

Tanganku meremas buah dadanya yang tak terlalu besar tapi pas dengan telapak tangan. Tanganku yang satunya lagi meremas buah pantatnya. Batang penisku yang kencang dan keras terasa lebih keras dan kencang lagi. Ini berkat pijatan dari Ibu mertuaku tadi itu. Bisa dibayangkan jika tidak aku sudah lama orgasme dari tadi.


“Ough.. sshtt.. emh.. enagh.. egh.. sshhtt.. ough.. iyaahh.. eeghh.. enak.. ough” liukan pinggul Ibu mertuaku yang tadinya teratur kini berubah semakin liar naik turun maju mundur tak karuan.

“Ough.. iiyyaahh.. egghh.. eghmmhhff.. sshhtt.. ough.. aku udah mo nyampe” Kata Ibu mertuaku.

“Bu.. aku juga pengen, Bu.. egh” Kataku sambil ikut menggoyang naik turun pinggulku.


“Egh.. iyah.. bagusshh.. sayangg.. ough.. sshhtt.. ough.. sshtt.. ough” Ibu mertuaku merespons gerakanku untuk membantunya orgasme.

Aku mempercepat goyanganku karena seperti ada yang mendesak dibatang penisku untuk keluar juga.


“Hmfh.. terusshh.. iyah.. ough.. oughh.. AAAUGHH.. OUGH.. OUGH.. OUGH” Ibu mertuaku telah sampai pada orgasmenya.

Pada batang penisku terasa seperti ada cairan hangat mengucur deras membasahi batang penisku. Ibu mertuaku menggelepar dan diakhiri dengan menggelinjang liar dan nafasnya yang tersengal. Ibu mertuaku telah berhenti melakukan liukan pinggulnya.


Hanya denyutan-denyutan kencang didalam liang vaginanya. Aku merasakan denyutan-denyutan itu seperti menyedot-nyedot batang penisku Dan.. CROT.. CROTT.. CROTTT..! muncrat semua air maniku diliang vagina Ibu mertuaku.


“Bu, kerasa nggak air mani saya muncratnya..?” Tanyaku

“Eh.. iya, Heri sayang.. Ibu udah lama pengen beginian” Kata Ibu mertuaku

“Iya.. sekarang kan udah, Bu” Kataku sambil mengecup keningnya

“Oh.. kamu.. hebat banget deh, Her” Kata Ibu mertuaku sambil membelai-belai rambutku.

“Itu semua kan karena Ibu” Kataku memujinya

“Ih.. bisa aja.. kamu” sahut Ibu mertuaku sambil mencubit pinggulku.

Ibu mertuaku masih di atas tubuhku ketika HP-ku berbunyi ternyata dari istriku yang menyuruhku supaya menginap saja dirumah Ibu mertuaku. Setelah telepon di tutup aku memekik kegirangan. Setelah itu kami melakukan pemanasan lagi dan melakukannya sepanjang malam hingga menjelang subuh kami sama-sama kelelahan dan tidur. Entah sudah berapa kali kami bersenggama dalam berbagai posisi.

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Services

Visitor

Flag Counter

Popular Posts

Search This Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Recent Posts