Selingkuh Dengan Suami Iparku


CERITA DEWASA -Tidak sepantasnya kisah ini aku ceritakan dalam blog ini, tapi aku tidak kuat menanggungnya sendiri, karena hal ini merupakan aibku sendiri. Dan aku tidak berani mengutarakannnya pada orang lain, bahkan untuk menceritakannya pada orang terdekat aku tidak sanggup. Namaku Lina aku seorang wanita yang sudah memiliki sebuah keluarga kecil.Agen Domino 99 Terpercaya

Dengan seorang anak yang masih berusia 3 tahun dan juga suamiku yang bekerja sebagai security di sebuah bank swasta. Aku menikah dengannya dengan melewati proses pacaran dulu, bahkan kami melakukan adegan seperti dalam cerita sex selingkuh sebelum kami melangsungkan pernikahan. Dan aku begitu mencintai mas Deni suamiku. Walaupun kami harus tinggal di rumah orang tuanya.

karena gaji mas Deni masih belum mencukupi bagi kami untuk membeli sebuah rumah, sebenarnya aku tidak betah tinggal disini. Sering kali kakak mas Deni menyinggung perasaanku karena masih tinggal disini, dan aku tidak berani bilang pada suamiku karena pernah sekali mas Deni bertengakr dengan kakak perempuannya itu. Karena mas Deni ketahuan membelikanku anakku mainan dengan uang dari orang tuanya.

Aku biasa memanggil iparku itu mbak Winda, dan aku berusaha ramah padanya tapi mungkin sudah wataknya setiap kali kami bertemu dia selalu memakai muka masam. Tapi demi suamiku aku terus mencoba untuk selalu sabar menghadapinya, cerita hot selingkuh dengan suamiku juga berjalan seperti biasa namun semuanya berubah setelah suamiku mengalami kecelakaan.

Sejak saat itu semua menjadi berantakan, aku berada di situasi yang tidak memungkinkan untuk mencari kerja karena suamiku butuh perwatan. Tidak mungkin juga aku membiarkannya pada ibunya yang sudah tidak sehat juga, tapi disisi lain aku juga malu jika harus menumpang terus menerus pada mertuaku. Setiap kali mau makan aku selalu malu apalagi ketika mbak Winda ada di rumah.

Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa karena biaya perawatan mas Deni saja semua di bantu oleh mbak Winda. Karena dia memang menikah dengan suami yang merupakan orang berada, dan menjabat sebagai salah satu manajer di sebuah perusahaan swasta. Berkali-kali dia bersikap kasar padaku, seperti hari ini dia berada di rumah orang tuanya menengok suamiku yang masih tergolek di tempat tidur.

“Kamu kalau bisa coba cari pekerjaan di sekitar rumah ini saja.. nyuci atau apa gitu..” Katanya dengan ketus, sedangkan kedua mertuaku hanya mendengarkan saja tanpa berkata apapun. Namun suaminya yang berada di ruang tamu depan berkata dengan keras pada kakak iparku tadi “Winda apa maksud kamu..?” Mbak Winda sepertinya terkejut mungkin dia lupa kalau kesini bersama suaminya tadi.

Bukan hanya sekali dua kali suami mbak Winda memperhatikanku, bahkan dia begitu baik dan juga sering mengajak anakku main dengannya. Karena mereka memang belum memiliki keturunan, mungkin karena kasihan padaku suami mbak Winda sering memberikan uang padaku tentu saja tanpa sepengetahuan orang lain, dan aku anggap hal itu sebagai anugerah.

Kami sering janjian di luar tanpa ada orang lain tahu, begitu juga dengan suamiku. Sebenarnya aku kasihan padanya, dia bukan hanya tidak mampu mencukupi kebutuhan hidupku namun juga kebutuhan biologisku. Kami sudah tidak lagi melakukan hubungan intim seperti halnya dalam adegan cerita sex. Dan sebagai perempuan normal akupun sering merasa kesepian dan kangen akan belaian seorang pria.

Hingga akhirnya perhatianku beralih pada suami dari kakak iparku itu, mungkin karena dia begitu baik padaku. Hingga akhirnya ketika dia mengajakku untuk keluar kota bareng akupun dengan senang mau di ajaknya, tentu saja dengan alasan pulang ke rumahku yang memang berada di luar kota. Dan aku berangkat setelah 3 hari mas Gio berangkat dari rumahnya dengan alasan perjalanan bisnis.

Sebenarnya dia sudah menungguku dan aku tidak lupa menghubungi keluargaku dengan alasan hendak pergi ke rumah teman karena sudah penat berada di rumah mertuaku. Adikku yang sudah mengetahui permasalahanku di keluarga mertuaku meyakinkan aku kalau dia akan bilang kalau aku berada disana, jika nanti ada yang menghubunginya sedangkan anakku tidak aku bawa karena mertuaku yang tidak mengizinkannya.

Di saat melihat mobil mas Gio di luar terminal aku segera naik, dia terseyum padaku “Kamu pasti capek ya..” Aku menjawab namun tidak berani menetap matanya “Nggak mas.. biasa aja kok..” kamipun melaju dengan mobil mas Gio dan sampai di sebuah rumah yang begitu asri “Ini rumahku Lina.. dan tidak ada orang lain yang tahu begitu juga istriku..” Aku memasuki rumah itu.

Tiba-tiba dari belakang ada mas Gio memelukku “Lina aku sayang kamu dari dulu…dan aku tidak kuat melihat kamu mendapatkan perlakuan seperti itu dari Winda..” Aku memegang tangannya yang melingkar di perutku. Kemudian mas Gio membalikan tubuhku diapun mendaratkan bibirnya pada bibirku yang kaku, namun akhirnya aku membalasnya dengan lembut dan penuh kehangatan.

Tidak dapat kami hindari lagi untuk segera melakukan adegan seperti dalam cerita hot, dengan penuh kelembutan mas Gio menggendong tubuhku dan masuk di salah satu kamar yang begitu luas, dia merebahkan tubuhku lalu dengan lembut dia mencium seluruh tubuhku “OOouuugggghhh… aaaaaaggggghhh… ooouuuugggghh… aaaagggggghhh… aaaaagggghh… aaaaaagggghh… “.

Baru kali ini aku menikmati permainan sex begitu terasa, apalagi mas Gio begitu lihai mengelus bagian tubuhku “OOouuggghh… maaaaasss… aaagggghhh… aaaaggggghhh… aaaaagggggggghhhhh… aaaagggghh… aaaagggghhh… aaaagggghh…” Dia berada di tetekku yang telah lama tidak di sentuh oleh suamiku dan mas Gio menghisap putingnya dengan penuh kelembutan.

Hingga akhirnya dia memegang kontolnya dan hendak dia masukkan dalam kemaluanku, akupun segera membuka lebih lebar pahaku hingga dengan mudahnya mas Gio menancapkan kontolnya “Uuuggghhh… aaaaaggggghh… aaaagggghh.. sayaaaang.. nikmaaaat… sayaaang… aaagggghhh… aaaaggghhh… aaaaaggghh…” Gerakannya membuat aku memejamkan mata menikmatinya.

Aku lupa pada suamiku yang ada menikmati kenikmatan yang aku dapat dari mas Gio, suami dari iparku sendiri “OOouuuuggghhh.. Liiiinnnaaa… aaaaagggggghhh… aaaaaagggghhh… aaaaaaggggghhh… aaaaagggghhh…” Mas Gio mngerang keras dan muncrat sudah spermanya dalam lubang kemaluanku, aku tahu dia sudah mencapai klimaks sedangkan aku masih belum puas.

Rupanya mas Gio tahu akan hal itu dia menciumku seraya berkata “Maaf ya.. mas Gio begitu ingin melakukannya denganmu karena itu mas tidak dapat lama-lama menahannya.. aku sayang kamu..” Katanya dan akupun menganggukan kepala sambil memeluk tubuhnya, kami sering melakukan adegan cerita sex perselingkuhan itu tanpa ada orang lain tahu, dan aku merasa bahagia dengan perlakuan mas Gio padaku.


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Services

Visitor

Flag Counter

Popular Posts

Search This Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Recent Posts